Penyederhanaan Pelanggan Listrik, Sangat Baik untuk UMKM

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi, mendukung kebijakan pemerintah terkait penyederhanaan pelanggan listrik. Kebijakan tersebut sangat baik untuk kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Rumah Tangga (IRT). Apalagi jika pelanggan tidak dibebani biaya penambahan daya.

“Jadi, kebijakan itu juga menjadi peluang bagi UMKM agar semakin tumbuh, karena UMKM itu kekuatan ekonomi nasional,” tutur Kurtubi dalam diskusi Penyederhanaan Listrik, Manfaat atau Mudharat di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Kurtubi menjelaskan, selama ini banyak UMKM mengeluh, tak bisa bergerak banyak untuk mengembangkan usaha karena terbentur suplai listrik. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah melalui PLN untuk menyederhanakan pelanggan itu perlu diapresiasi.

Kendati demikian, meski tidak dipungut biaya dalam penambahan daya tersebut, masyarakat diharapkan tidak boros listrik. “Siang hari, semua lampu dimatikan. Kalau butuh boleh, tapi tetap dijaga,” pungkas dia.

Sementara, Anggota Komisi VII, Eni Maulani Saragih menjelaskan, alokasi daya listrik yang sedang dikaji oleh pemerintah tersebut, harus dijelaskan kepada publik sehingga tidak membingungkan masyarakat. Sebab, perubahan alokasi daya bagi masyarakat secara otomatis akan menaikkan biaya pembayaran listrik setiap bulannya.

“Kalau alokasi daya listrik ini tidak membebani masyarakat, maka Menteri ESDM harus menjelaskan. Kenapa kebijakan ini mendadak? Padahal yang dibutuhkan adalah listrik murah,” tandas Eni.

Menurut anggota komisi yang membidangi energi ini, saat ini masih ada 18 juta rakyat yang masih membutuhkan subsidi listrik (900 VA) dan 2.500 desa yang belum menikmati listrik. “Jadi, sebaiknya dana daya listrik dialokasikan untuk subsidi dan desa yang belum ada listrik,” katanya.

Tapi, lanjut dia, kalau alokasi daya itu untuk mobil dan kompor listrik, maka dalam hal ini pemerintah harus mengkaji terlebih dulu serta menyiapkan infrastruktur dengan baik.

“Mobil listrik itu mahal, dan kompor listrik harus disiapkan infrastrukturnya,” pungkasnya.

 

Lihat juga...