Pelajar SMA di Pasaman Barat Belajar Bahasa Inggris di Australia

PASAMAN BARAT — Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, Syahiran mengatakan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang handal setelah tamat dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTP), terutama tentang berbahasa Inggris, SMA di Pasaman Barat mendapat kesempatan belajar dari pihak yang datang dari Australia.

“Ada satu sekolah yang mendapat kesempatan belajar Bahasa Inggris dari pihak Australia itu, yakni SMA 1 Pasaman Barat,” katanya, ketika ditemui pada sela-sela kegiatan, Tour de Singkarak 2017, di Pasaman Barat, Kamis (23/11/2017).

Ia menyebutkan, dengan adanya kesempatan belajar langsung berbahasa Inggris dari Australia itu, diharapkan mampu menjadi bekal para pelajar di Pasaman Barat, dalam persaingan dunia kerja, yang saat ini semakin ketat.

“Beberapa perusahaan saat ini sangat mengutamakan agar pekerjanya/karyawan mampu mengausai bahasa Inggris. Nah, hal ini lah yang kita persiapkan, supaya pelajari di Pasaman Barat, mampu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” harapnya.

Menurutnya, semenjak adanya bimbingan belajar dari pihak Australia itu, beberapa waktu yang lalu pelajar Pasaman Barat yang ikut dalam lomba berbahasa Inggris mampu menoreh juara II.

Selain berhasil mengukir prestasi, pengetahuan seputar berbahasa Inggris itu, juga diterapkan dalam berkomunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah. Dengan cara tersebut, diharapkan dalam pengucapkan berbahasa Inggris lebih lancar.

“Saya sering menyampaikan kepada para pelajar, jangan hanya berharap bekerja di daerah ini, tapi berjuanglah ditinggal nasional, atau bahkan internasional. Maka dari itu, bahasa Inggris adalah modal utama yang harus dimiliki,”ujar bupati dua periode tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Burhasman mengatakan untuk sekolah SMA/SMK memang dituntut untuk bisa berbahasa Inggris. Hal itu dianggap perlu, karena sebagai modal unit untuk bersaing dengan tenaga kerja asing.

Ia menjelaskan, berbahasa Inggris adalah sebuah ilmu yang harua dimiliki. Tanpa menguasai bahas Inggris, maka besar kemungkinan di dalam dunia kerja, akan sulit untuk mendapat kesempatan.

Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), bahasa asing harus dipahami. Karena, di dalam MEA tenaga kerja yang mampu berbahasa Inggris akan menjadi poin besar, untuk mendapat kesempatan berkarya lebih baik.

“Coba bayangkan kalau tenaga kerja Sumbar ini tidak ada yang berbahasa Inggris, mungkin mereka akan terikat dengan harapan lowongan pekerjaan di daerah. Padahal, kesempatan di luar lebih bagus,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya kewenangan SMA/SMK yang sebelumnya di kabupaten dan kota, dan kini ditarik menjadi wewenang provinsi, Dinas Pendidikan akan berupaya melahirkan para pelajar yang siap bersaing dengan tenang kerja asing.

Lihat juga...