Menikmati Botok Ikan Asin Daun Singkong Khas Pedesaan Palas

LAMPUNG — Botok ikan asin daun singkong menjadi salah satu kuliner yang kerap disajikan di sejumlah warung makan di wilayah kecamatan Palas. Daerah yang mayoritas warganya berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta tidak begitu asing dengan makanan yang terbuat dari parutan kelapa dan campuran bahan lain yang dikukus dan lebih nikmat disantap dengan nasi tiwul, nasi terbuat dari singkong.

“Desa Tanjungsari, Kalirejo, Indagiri, Blora sejak dahulu dikenal sebagai penghasil singkong dan hasil olahannya berupa kerupuk, getuk, keripik hingga tiwul sekaligus daunnya bisa dijadikan sayuran sehingga makanan berbahan singkong cukup umum di wilayah kami termasuk botok ikan asin daun singkong,” terang Sunarto warga Dusun Kuningan Desa Tanjungsari Kecamatan Palas yang ditemui Cendana News di rumahnya tengah menyantap hidangan botok ikan asin daun singkong, Sabtu (18/11/2017).

Baca Juga : Empuk, Gurih Bakso Iga Balikpapan

Diterangkan, proses pembuatan botok ikan asin daun singkong cukup sederhana. Bahan bahan penunjang di antaranya ikan asin, daun singkong, setengah butir kelapa agak muda diparut, cabai hijau yang diiris tipis, belimbing wuluh, daun salam, daun singkong muda secukupnya dan daun pisang sebagai pembungkus. Selain itu, bumbu yang dibutuhkan, bawang putih, kencur, garam, gula jawa dan bawang merah. Semua bumbu tersebut dihaluskan sebelum dicampurkan.

Sunarto menyantap botok ikan asin daun singkong dalam kesederhanaan bersama anaknya [Foto: Henk Widi]
Salah satu kunci agar ikan asin lebih empuk, sebelum disertakan dalam bahan botok, terlebih dahulu ikan dicuci bersih selanjutnya direndam dengan air panas selama 30 menit sembari menyiapkan bahan bahan pembuatan botok.

Baca Juga : Bebetok, Kuliner Tradisional Lombok

Setelah bahan disiapkan dan bumbu dihaluskan, semua bahan dicampurkan dalam wadah baskom dan diadon hingga tercampur sempurna dengan parutan kelapa masih muda, daun singkong muda, serta bahan lain.

“Setelah tercampur sempurna dengan komposisi pas dibungkus dengan daun pisang lalu direkatkan dengan lidi agar tidak lepas saat dikukus dan bisa dibuat sekitar puluhan bungkus, sesuai kebutuhan,” terang Sunarto.

Baca Juga : Lansuq, Sayur Pedas Khas Lombok

Proses selanjutnya, semua bahan yang dibungkus dengan daun pisang tersebut dikukus dalam sebuah dandang dengan pemasakan menggunakan tungku kayu. Botok yang dimasak selama kurang lebih 45 menit tersebut tingkat kematangannya bisa dicek dengan membuka salah satu bungkus.

Kematangan yang juga terlihat dengan menyatunya botok saat dibuka akan berbentuk mengikuti pola pembungkus sehingga bisa diangkat dan ikan asin sudah empuk, daun singkon telah matang berikut bahan lain.

Baca Juga : Warma Pi’an, Wisata Kuliner Legendaris di Tegal

Selain dengan nasi, botok ikan asin daun singkong akan tambah nikmat jika dinikmati dengan nasi tiwul yang berasal dari singkong dimasak dengan cara dikukus.

Botok bisa disantap dengan nasi putih atau nasi tiwul dengan tambahan lauk lain [Foto: Henk Widi]
Kelezatan rasa botok yang dibuat olehnya bersama Siwi sang isteri diakuinya membuat sang anak lebih lahap dibandingkan makan dengan sayuran lain. Meski demikian sang anak kerap menyantapnya tanpa nasi dan dirinya lebih suka menyantap botok ikan asin daun singkong dengan nasi tiwul. Kuliner botok ikan asin daun singkong tersebut saat tidak dibuat kerap bisa dibeli di pasar tradisional yang dijual dengan harga Rp500 perbungkus bisa dijadikan teman makan nasi yang lezat.

Lihat juga...