MUARA TEWEH — Banjir akibat meluapnya pedalaman Sungai Lahei (anak Sungai Barito) Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah hingga memasuki hari kelima yang merendam sejumlah desa kini terus meluas.
“Memang kemarin ketinggian banjir sempat turun, namun hari ini kembali naik karena daerah pedalaman Sungai Lahei diguyur hujan lebat,” kata Sekretaris Kecamatan Lahei, Sukarto saat dihubungi melalui telepon dari Muara Teweh, Sabtu (18/11/2017).
Baca Juga : Enam Desa di Barito Masih Terendam Banjir
Sebelumnya banjir merendam ratusan rumah dan fasilitas umum lainnya di enam desa yang berada di dalam Sungai Lahei antara lain Desa Haragandang, Karendan, Muara Pari dan Rahaden.
Sedangkan dua desa lainnya yang berada di hilir yaitu Desa Bengahon dan Muara Inu.
“Pagi ini kami mendapat laporan dari Kepala Desa Juju Baru yang melaporkan bahwa desanya terendam banjir dan air sudah masuk rumah warga dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter,” katanya.
Sukarto mengatakan banjir yang merendam tujuh desa yang mengakibatkan 700 lebih bangunan baik rumah maupun fasilitas umum lainnya melumpuhkan aktivitas masyarakat setempat.
Baca Juga : Sejumlah SD di Semarang Kerap Dilanda Banjir
Pemkab Barito Utara telah menyalurkan bantuan untuk warga korban banjir di empat desa tersebut.
“Untuk tiga desa yang di hilir akan menerima bantuan Sabtu ini,” kata dia.
Selain itu juga lokasi banjir di sejumlah sudah dibangun tenda dan dapur umum.
“Untuk sementara nilai kerugian dan korban harta benda masih belum diketahui, namun saat ini sudah ada satu ekor sapi mati terendam banjir di Desa Haragandang,” ujar Sukarto.[Ant]