Mengadu Nasib di TPA, Pemulung Kantongi Rp700 Ribu
MAUMERE – Pemulung menjadi salah satu mata pencaharian bagi masyarakat di kota besar termasuk di Kota Maumere ibu kota Kabupaten Sikka. Pemulung juga bisa mengadu nasib dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wairia, Desa Kolisia Kecamatan Magepanda.
Saat disambangi Cendana News, Rabu (22/11/2017) usai gerimis, para pemulung terlihat mengerubuti lokasi TPA khususnya di tumpukan sampah yang baru saja dibuang oleh truk-truk sampah yang datang.
“Kami ada 16 orang dimana setiap hari sejak pukul 8 pagi sampai 4 sore melakukan aktivitas memulung di tempat ini. Lumayan buat menambah penghasilan keluarga sebab suami hanya seorang petani musiman,” ungkap Benta, salah seorang pemulung.

Untuk sampah plastik, sebutnya, dirinya bisa mengumpulkan sebanyak 200 kilogram. Sebulan sekali pengepul akan datang ke TPA untuk mengambil sampah tersebut dari tangan para pemulung.
“Untuk plastik biasanya dibeli seharga 2.500 rupiah sekilogram sehingga saya bisa mendapatkan uang 500 ribu rupiah. Tapi itu juga tergantung dari banyaknya sampah yang dibuang warga kota Maumere,” tuturnya.
Warga Waturia Desa Kolisia ini mengaku, tahun 2015 jumlah pemulung saat dirinya pertama memulung sekitar 8 orang saja dan tahun 2016 jumlah pemulung bertambah menjadi 12 orang. Semua pemulung rata-rata warga sekitar TPA Wairia.
Hal senada juga disampaikan Ana, perempuan pemulung lainnya yang bersama Benta usai memungut sampah plastik dari truk yang baru tiba bersama 3 teman lainnya dan berdua masing-masing mendapat sekarung sampah plastik.
“Kalau besi kadang kami bisa dapat 35 kilogram dan dijual dengan harga 2 ribu rupiah sekilonya sehingga paling sebulan bisa dapat 280 ribu rupiah saja paling banyak,” ujarnya.
Bila sedang mujur, lanjut Ana, dalam sebulan dirinya bisa mendapatkan uang sebanyak 700 ribu rupiah dan kalau sampah plastik kurang maka dirinya hanya mengantongi uang 500 ribu rupiah saja. Lebih banyak dipakai untuk membeli beras buat makan sekeluarga.
Disaksikan Cendana News, terdapat dua lokasi pembuangan sampah di TPA Wairii di lokasi lama di sebelah selatan dekat bukit lebih banyak sampah yang menumpuk. Sementara lokasi terbaru di bagian utara sekitar 200 meter dari lokasi pertama belum terlalu banyak sampah yang menumpuk.
Para pemulung pun terbagi dua. Siang itu terlihat dua pemulung perempuan sedang memungut sampah di sebelah selatan sementara 4 pemulung perempuan lainnya memungut sampah di sisi utara dekat tebing yang baru saja dibuang truk sampah.