“Luluh” dari Khai Bahar Meluluhkan Pendengar Musik Asia Tenggara
JAKARTA — Sudah puas aku menangis lagi/ Kau hadirkan mendung awan yang kelam/ Namun ku kan tetap bisa bertahan/ Secebis kasih yang telah kau beri/ Kan ku simpan dalam memori indah/ Tapi… semuanya telah berakhir/
Demikian lirik dari lagu berjudul Luluh yang dilantunkan dan juga diciptakan oleh penyanyi Malaysia Khai Bahar. Lirik lagunya yang diciptakannya kuat, puitis dan ekspresif. Pilihan kata-katanya yang digunakan, seperti ‘kelam’, ‘bertahan’, ‘tersungkur menunduk meraung’, begitu puitis khas lagu Melayu. Simak juga reffrainnya,
Aku tersungkur menunduk meraung/ Dan tiada siapa bisa merasakan/ Oh sakitnya….. hati ini/Jika kau tak mampu memberiku senyum/ Usah kau hadirkan dengan kedukaan/ Oh biarlah…. hidupku dengan caraku/Sedia menghadapi yang akan tiba/ Takkan berundur walau seketika/ Aku…. terus berjalan mencari sinar baru.
Berkat Luluh ini pemilik nama lengkap Muhammad Khairul Baharuddin mempunyai penggemar di luar Malaysia. Indonesia, Singapura, Brunei, Hongkong.
King of Smule
Di negeri Jiran, Khai Bahar dijuluki ‘King of Smule’. Penyanyi kelahiran Perlis, Malaysia, 28 Feb 1994 berada di Indonesia mengisi soundtrack film Indonesia berjudul Haji Kecil. Dijuluki ‘King of Smule’, karena ia melambung berkat aplikasi Smule
“Saya datang ke Indonesia menjumpai penggemar, selain mencoba peruntungan,” kata Khai Bahar kepada Cendana News di Studio Rekaman ‘Selyika Music Indonesia’ di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Khai Bahar terbilang baru menggeluti dunia nyanyi, tapi sudah meraih banyak prestasi. Baru-baru ini ia memperoleh dua penghargaan sebagai Artis Paling Popular dan Lagu Paling Popular di ajang Anugerah Planet Muzik (APM) 2017 Singapura.
“Alhamdullilah, saya bersyukur dapat dua penghargaan Anugerah Planet Muzik (APM) 2017. Memang tidak disangka kerana ramai lagi yang lebih dikenali, “ tuturnya penuh rasa syukur. Khai Bahar telah mengeluarkan single lagu, seperti di antaranya: Bayang (2016), Dari Jauh Saja (2017), Sinar Syawal (2017) dan Luluh (2017).
Genre lagu yang dinyanyikan Khai Bahar tidak hanya Melayu yang mendayu-dayu, tapi multitalent serba bisa ke genre lainnya, seperti rock, slow rock, pop, balada, dangdut, hingga religi.
Khai Bahar ingin menyatukan Malaysia-Indonesia yang sudah lama vakum, kalau dulu Siti Nurhaliza.
Khai Bahar bukan penyanyi Malaysia yang pertama mengisi soundtrack film Indonesia, tahun lalu penyanyi Fazura juga berduet dengan Ridho Rhoma untuk film Bulan Terbelah di Langit Amerika.