Meski Gelombang Laut Tinggi, Produksi Ikan TPI Pekalongan Capai 100 Ton
PEKALONGAN — Produksi ikan di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, selama dua hari terakhir ini lebih 100 ton per hari atau senilai Rp1,3 miliar meski kondisi gelombang laut relatif cukup tinggi.
Kepala TPI Kota Pekalongan Sugiyo di Pekalongan, Rabu (29/11), mengatakan bahwa produksi ikan masih cukup tinggi karena beberapa kapal purse saine mulai berdatangan dan membongkar hasil tangkapan ikan di TPI.
“Pada Selasa (28/11), hasil lelang ikan mampu mencapai 100 ton atau senilai lebih Rp1,3 miliar. Adapun pada Rabu (29/11), kami perkirakan produksi ikan juga masih tinggi yaitu lebih dari 100 ton,” katanya.
Produksi ikan sekitar 100 ton tersebut, kata dia, diperoleh dari hasil tiga kapal besar yang membongkar tangkapan ikan di TPI.
Ia mengatakan kondisi cuaca buruk di laut akan memengaruhi hasil produksi lelang ikan di TPI karena beberapa nelayan tidak berani melaut sedang yang sudah terlanjur melaut kemudian menepi ke pinggiran pulau terdekat.
“Bagi nelayan yang sudah berada di daratan akan memilih menunggu kondisi laut aman kembali, sedangkan bagi nelayan yang sudah terlanjur melaut, berdasar informasi mereka menepi ke pinggiran pulau terdekat,” katanya.
Menurut dia, para nelayan diperkirakan akan kembali melaut pada 2 Desember 2017 karena berdasar informasi dari Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi laut akan kembali aman setelah 28 November 2017.
“Para nelayan beranggapan untuk memilih melaut mulai 2 Desember mendatang atau setelah hari Jumat (1/12) karena ada nilai-nilai budaya lokal atau tradisi,” katanya.
Seorang nelayan setempat, Firdiansyah, mengatakan cuaca buruk di laut memang akan memengaruhi hasil tangkapan ikan sehingga mereka lebih memilih mempercepat melaut.
“Kami melaut di sekitar perairan Pulau Kalimantan selama dua bulan. Akan tetapi, dengan kondisi buruk di laut, kami memilih mempercepat pulang melaut,” katanya (Ant).