Lewat UPPO, Peternak Diharap Mampu Produksi Pupuk Secara Mandiri
YOGYAKARTA — Bantuan berupa ternak sapi, kambing, kandang komunal hingga alat pengolahan pupuk organik pada sejumlah kelompok ternak di Gunungkidul diharapkan dapat mendorong peternak untuk mandiri.
Berita terkait: Titiek: Penyuluh Kunci Tercapainya Swasembada Pangan di Era Pak Harto
Selain dapat meningkatkan kesuburan tanah di lahan pertanian, adanya bantuan itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi SE saat menyerahkan bantuan jalur aspirasi, Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dari Kementrian Pertanian dan bantuan Pengembangan Perhutanan Nusantara (Bangpesona) dari Kementerian Lingkungan Hidup, pada sejumlah kelompok ternak di beberapa wilayah kecamatan Gunungkidul.

Sebanyak dua Kelompok Ternak yakni Lembu Seto, Nglipar dan Ngudi Makmur Girisubo mendapatkan bantuan UPPO, masing-masing berupa alat pengolah pupuk organik, bangunan rumah kompos, 10 ekor ternak sapi, kandang komunal, serta bak fermentasi, senilai total Rp170 juta.
Sementara sebanyak 5 kelompok di Kecamatan Ngawen yakni kelompok Platar Ombo Makmur, Ngudi Subur, Ngudi Makmur, Ngudi Rejeki dan Banyu Roto, mendapat bantuan Bangpesona, berupa masing-masing 15 ekor sapi dan unit ternak perhutanan, dengan total senilai Rp50 juta.

“Bantuan UPPO ini diberikan untuk memperbaiki kesuburan lahan dan meningkatkan produktifitas petanian. Sementara bantuan Bangpeseona diberikan sebagai stimulan dalam meningkatkan kemampuan usaha dan kesejahteraan warga di sekitar hutan,” ujar Titiek Soeharto saat acara penyerahan bantuan ke Kelompok Ternak Lembu Seto, Pongkol, Nglipar, Gunungkidul.
“Semoga bantuan yang diberikan ini bisa meningkatan produksi pertanian dan ternak warga. Selain itu juga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak. Sekaligus mempercepat program swasembada protein yang dicanangkan pemerintah,” imbuh Titiek.
Berita terkait: Titiek Soeharto Dorong Pemuda Manfaatkan Lahan Kurang Produktif
Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Lembu Seto, Pengkol, Nglipar, Sumarno, mengaku akan mengembangkan bantuan ternak yang diberikan. Yakni dengan memanfaatkan kotoran ternak serta alat pengolah pupuk yang diberikan menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian dan pemberdayaan lingkungan.

“Target kita bantuan ini dapat berkembang dan tidak bubar atau habis begitu saja. Sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.