Keunikan Gua Tabuhan di Pacitan

PACITAN – Pacitan memang dikenal sebagai kota 1001 gua. Salah satunya Gua Tabuhan di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung. Guy ini sukses menyedot perhatian wisatawan.

Keunikan gua satu ini bisa dikenali dari namanya, ‘tabuhan’, yang dalam bahasa Jawa berarti membunyikan alat musik pukul. Wisatawan bisa menabuh stalaktit dan stalaknit untuk mengeluarkan alunan musik.

Pemandu wisata gua, Sumaryo (66), menerangkan, Gua Tabuhan dibuka sebagai tempat wisata sejak 1995. Setiap tahun terjadi peningkatan jumlah wisatawan, tidak hanya domestik, tapi juga wisatawan mancanegara.

Pemandu wisata Gua Tabuhan, Sumaryo. -Foto: Charolin Pebrianti

“Tiap akhir pekan biasanya ada pertunjukkan musik, alat musiknya pakai stalaktit dan stalaknit di sini,” jelasnya kepada Cendana News, Minggu (12/11/2017).

Malah terkadang, lanjutnya, jika wisatawan membludak pemain musik dengan sukarela memainkan lima lagu tradisional selama 20 menit, wisatawan hanya disuruh membayar seiklasnya. “Jika ingin pertunjukkan musik, bisa juga langsung bayar Rp100 ribu,” ujarnya.

Berada 30 km dari pusat kota, Gua Tabuhan bisa dijangkau dengan mudah. Pasalnya, akses jalannya mulus serta banyak alat transportasi umum menuju ke gua yang juga disebut sebagai Gua Tapan ini.

“Di dalam gua terdapat dua ruangan besar dan ada satu jalan buntu yang dipercaya sebagai tempat pertapaan, petilasan dari Sentot Prawirodirjo,” cakapnya.

Menurut cerita, Gua Tabuhan ini dijadikan tempat pertapaan Sentot Prawirodirjo yang merupakan panglima zaman perang Diponegoro pada kurun 1825-1830. Menariknya, gua ini memiliki bentuk stalaktit dan stalaknit dengan panjang 7 meter dan diameter 1 meter, jika dipukul bisa mengeluarkan suara seperti gamelan.

“Ruangan yang ada di dalam gua memiliki panjang 90-100 meter dengan lebar 30 meter,” tuturnya.

Pengunjung juga bisa membayar tour guide jika ingin memasuki Gua Tabuhan lebih dalam, lengkap dengan senter sebagai alat penerangan. Tidak ada patokan biaya khusus yang harus dikeluarkan, pengunjung hanya diwajibkan membayar sukarela. “Pertunjukkan gamelan batu menjadi salah satu daya tarik situs gua ini”, ujarnya.

Jika ingin berkunjung ke Gua Tabuhan, Anda cukup merogoh kocek Rp5 ribu untuk dewasa, Rp3 ribu untuk anak-anak dan Rp10 ribu jika wisatawan mancanegara. Harga ini berubah jika memasuki akhir pekan, naik Rp3 ribu per pengunjung.

Lihat juga...