Hasil Tangkapan Membaik Pembuat Ikan Teri Kembali Berproduksi
LAMPUNG — Kondisi cuaca angin barat yang terjadi di perairan Selat Sunda tidak menyurutkan nelayan bagan congkel yang ada di wilayah Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan untuk melaut.
Meski sebagian nelayan ada yang memilih enunggu kondisi angin barat reda, namun Suban (40) warga desa Bakauheni sudah bersiap berlayar dengan kondisi musim teri yang terjadi terutama di wilayah perairan pulau Sebesi.
Sekali melaut Suban menyebut menyiapkan sebanyak 100 keranjang atau cekeng untuk menyimpan teri. Hal tersebut cukup beralasan, karena dalam sepekan terakhir jumlah tangkapan ikan teri yang diperolehnya lebih banyak dari sebelumnya. Pada Sabtu pagi (25/11) ia berhasil memperoleh memperoleh sebanyak 50 cekeng teri.
“Kondisi cuaca memang sedang tidak bersahabat namun karena kebutuhan nelayan tetap melaut terutama pemilik kapal bagan dengan kapasitas mesin di atas 10 PK,” beber Suban salah satu nelayan pencari ikan teri saat ditemui Cendana News di kapal bagan miliknya di dermaga pendaratan ikan muara Piluk, Sabtu (25/11/2017)

Harga teri dari nelayan dibedakan berdasarkan kedatangan teri dari kapal bagan. Pagi hari sekitar pukul 08.00 dibeli dengan harga percekeng yang berisi 17 kilogram seharga Rp200.000. Sementara teri sore yang datang sekitar pukul 12.00 siang dibeli lebih murah dengan harga Rp100.000.
“Pasokan teri memang sedang melimpah termasuk ketersediaan garam didukung oleh kondisi cuaca yang membaik untuk penjemuran teri yang bisa berlangsung dua hari,” terang Santo.

Proses pembuatan teri tawar tanpa direbus sehingga lebih cepat meski harganya lebih mahal dengan harga Rp60.000 perkilogram. Sementara harga teri rebus dengan bahan baku garam dijual dengan harga Rp40.000 perkilogram karena memiliki bobot yang lebih berat.