Gaet Wisatawan Rusia, NTB Promosikan Mandalika di Moskow
MATARAM – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata yang menjadi destinasi andalan pemerintah Indonesia untuk dipromosikan di dunia.
Karena itulah, sebagai upaya menggaet dan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan Rusia datang ke Indonesia spesial ke NTB, Pemda NTB bersama sembilan Pemda lain diundang dalam acara festival pariwisata Indonesia di Moskow, Rusia.
“Dua kali kita mengadakan festival pariwisata Indonesia di Rusia, NTB tidak pernah diundang, padahal NTB khususnya Pulau Lombok, memiliki posisi kekuatan pariwisata luar biasa. NTB memiliki semuanya, mulai dari pantai, alam, kuliner dan budaya luar biasa, tinggal di promosikan lebih kuat,” kata Wakil Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Lasro Simbolon di Mataram, Rabu (8/11/2017).
Karakteristik wisatawan Rusia memang juga menyukai pantai, alam dan budaya sehingga melalui festival tersebut, wisatawan bisa lebih banyak tahu tentang potensi dan keindahan pariwisata Indonesia terutama Lombok bersama sembilan destinasi andalan lain. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan arus kunjungan wisatawan ke Indonesia dan Lombok.
Dikatakan, sekarang ini tingkat kunjungan wisatawan asal Rusia, tergolong masih kecil yaitu 90 ribu orang setiap tahun dengan tiga tujuan utama, yaitu Bali, Lombok dan Jogja. Selebihnya ke Raja Ampat, Danau Toba, Nias dan sejumlah destinasi pariwisata lain di Indonesia. Meski demikian, trennya akan terus meningkat.
“Kita masih kalah dari negara tetangga Thailand dalam hal tingkat kunjungan wisatawan Rusia. Setiap tahun, jumlah kunjungan wisatawan ke Thailand paling rendah 1,5 juta,” katanya.
Menurut Lasro, ternyata salah satu rahasia Thailand bisa menggaet banyak wisatawan Rusia melakukan kunjungan ke negaranya adalah adanya kerjasama antara pemerintah dengan industri pariwisata yang terbangun dengan baik.
Dengan airlines, PHRI Asita, paket diatur, saling subsidi saling bantu sehingga menawarkan harga bersaing. Karena itulah, kalau ingin kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan Rusia mau banyak datang ke Indonesia, maka kerjasama antara pelaku pariwisata dengan pemerintah harus lebih diperkuat.
“Indonesia mampu mewujudkan itu dan saat ini sedang mendorong Garuda mempertimbangkan membuka rute penerbangan Indonesia-Moskow, soal tempatnya mana, kita serahkan ke kalkulasi bisnisnya saja. Mungkin Jakarta-Bali, tapi tidak apa, kalau sudah di Bali sudah pasti ke Lombok hanya dengan jarak 30 menit,” ujarnya.
Lebih lanjut Lasro menambahkan, kenapa Indoneaia menggarap Rusia agak lama, karena citra Rusia di mata Indonesia masih memakai citra lama, yang memandang dan melihat Rusia sebagai negara komunis, karena itu persepsi tersebut mulai sekarang harus dihilangkan.
Rusia negara sahabat, Indonesia telah banyak menjalin kerjasama ekonomi, perdagangan pariwisata dengan Rusia. Hubungan tersebut sangat baik termasuk kerja sama bidang pertahanan dan keamanan.
“Misi KBRI Moskow, supaya Indonesia bisa menggarap industri pariwisata Rusia yang sebesar-besarnya agar bisa mendatangkan keuntungan bagi kemajuan Indonesia, khususnya bidang pariwisata,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan, proses penataan fasilitas pariwisata di NTB terus dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan, budaya diperkuat, kuliner diolah dan dikemas dengan sedemikian rupa.
“Tapi memang harus diakui untuk konektivitas masih menjadi tantangan dan saat ini terus membangun dan memperkuat kerjasama dengan airlines termasuk kerjasama dengan industri pariwisata seperti PHRI, ASITA, dan lainnya,” pungkasnya.