REJANG LEBONG – Pejabat Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyatakan penebusan beras sejahtera daerah itu saat ini baru mencapai 80,16 persen dari pagu setahun sebanyak 3.863 ton.
Kasubag Sarana Perekonomian dan Pengembangan Teknologi di bagian Perekonomian Pemkab Rejang Lebong, Hartoni, menjelaskan pendistribusian beras sejahtera (rastra) di 15 kecamatan di wilayah itu sebanyak 3.097.260 kilogram (kg) atau 80,16 persen dari pagu setahun sebanyak 3.863.700 kg.
“Realisasi penebusan rastra sampai tanggal 11 November 2017 baru mencapai 80,16 persen, jumlah ini terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Bengkulu,” katanya.
Masih rendahnya penebusan beras bersubsidi untuk kalangan warga tidak mampu tersebut, kata dia, sangat disayangkan, karena saat ini sudah mendekati tutup tahun, sehingga jika dilakukan bersamaan akan memberatkan para penerimanya.
Dari 15 kecamatan penerima rastra ini, diketahui kecamatan yang penebusannya masih rendah berada di Kecamatan Bermani Ulu dan Kecamatan Selupu Rejang. Untuk Bermani Ulu baru mencapai 133.770 kg atau 56,39 persen dari pagu 237.240 kg.
Kemudian untuk Kecamatan Selupu Rejang baru melakukan penebusan sebanyak 247.890 kg dari pagu setahun sebanyak 370.980 kg atau 66,82 persen.
Dari rapat evaluasi yang dilaksanakan pihaknya, kata Hartoni, diketahui satu desa di Kecamatan Bermani Ulu, yakni Desa Air Pikat selama 2017 ini baru dua kali melakukan penebusan Rastra, dengan jumlah warga tidak mampu atau keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 166 KPM.
Pendistribusian rastra untuk Kecamatan Bermani Ulu itu sendiri telah menjadi perhatian khusus Pemkab Rejang Lebong, karena penebusan masih rendah. Permasalahan itu mencuat, karena para penerimanya memang tidak memiliki uang guna menebusnya.
“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pertemuan di Kecamatan Bermani Ulu dengan desa-desa yang belum menebus Rastra tersebut, karena jika tidak ditebus ini akan hangus dan tahun depan belum tentu dapat lagi,” ujarnya.
Dia mengimbau, kecamatan yang penebusannya masih rendah agar segera melakukan penebusan rastra, sehingga bisa didistribusikan kepada warga tidak mampu yang membutuhkannya. (Ant)