Atasi Sampah di Mataram, Peran Masyarakat Menentukan

MATARAM – Penanganan masalah sampah di Kota Mataram tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Kesadaran dan peran serta masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu kunci utama supaya penanganan sampah bisa dilakukan.

“Bagaimanapun pemerintah gencar menangani masalah sampah, termasuk anggaran besar tidak akan memiliki banyak arti. Tapi adanya kesadaran masyarakat ikut menjaga kebersihan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Irwan Rahadi, Rabu (22/11/2017).

Karena itulah kesadaran dan peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya penanganan masalah kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai.

Mengingat, membuang sampai ke sungai selain bisa berdampak terhadap pencemaran sungai, juga rawan mengakibatkan banjir termasuk mengotori laut akibat terbawa air hujan.

“Membuang sampah sembarangan juga bisa menimbulkan penyakit seperti malaria maupun DBD, terutama di musim hujan seperti sekarang,” ujarnya.

Sebagai upaya penanganan masalah sampah, terutama sampah lingkungan, selain menambah bak penampung sampah di sejumlah titik, juga dengan menggandeng kepala lingkungan dan lurah membantu membangun kesadaran masyarakat supaya menjaga kebersihan.

Sahrim, salah satu petugas kebersihan Kota Mataram yang setiap hari membersihkan serakan dan genangan sampah sungai, mengaku sering kewalahan membersihkan sampah.

“Kalau musim hujan, kita seringkali kewalahan membersihkan genangan dan serakan sampah di sungai dengan personil terbatas, belum lagi banyaknya sampah kiriman dari hulu,” katanya.

Sampah paling banyak adalah sampah rumah tangga, berupa plastik, maupun barang bekas lain. Belum lagi sampah berupa dedaunan. Lebih baik membiasakan membersihkan sampah dua tiga jam, dimulai dari sekarang dari pagi sampai siang.

Sahrin menambahkan, belum lagi kalau musim hujan seperti sekarang, terkadang malam hari juga dirinya turun, untuk memantau setiap selokan dan drainase. Jangan sampai tersumbat sampah yang bisa mengakibatkan banjir.

“Kalau dibandingkan dengan upah yang diterima, belum seberapa. Tapi mau bagaimana demi keluarga, kita harus tetap bekerja,” pungkasnya.

 

Lihat juga...