Kualitas Penduduk NTT Harus Ditingkatkan
MAUMERE – Terkait pembangunan kependudukan ada empat hal penting yang menjadi perhatian yaitu kuantitas yang harus dikendalikan, kualitas yang harus ditingkatkan, mobilitas yang harus diarahkan dan data kependudukan yang harus akurat.
“Kebijakan yang paling menonjol adalah pengelolaan kuantitas penduduk melalui pengaturan kehamilan dan kelahiran serta penurunan angka kematian. Sedangkan peningkatan kualitas penduduk melalui program kesehatan dan pendidikan,” sebut Drs. Yoseph Ansar Rera, Rabu (22/11/2017).
Bupati Sikka saat membuka kegiatan Fasilitasi Teknis Penyusunan Profil dan Proyeksi Kependudukan Kabupaten Sikka menjelaskan, mobilitas penduduk utamanya dilakukan melalui program transmigrasi dan pembangunan wilayah serta penyempurnaan sistem informasi penduduk juga menjadi fokus kebijakan kependudukan.

Ansar juga menambahkan, permasalahan kependudukan seperti laju pertumbuhan yang tinggi, penyebaran yang tidak merata dan kualitas SDM yang relatif rendah membutuhkan komitmen bersama tentang pembangunan kependudukan yang dilakukan secara terintegrasi, menggunakan sistem informasi terkini dan kerja sama antar tingkatan pemerintahan serta dukungan mitra kerja.
“Ini berarti kehadiran program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga mempunyai peranan sangat penting dalam rangka meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,” sebutnya.
Pembangunan berwawasan kependudukan, tegas Ansar, menekankan pada pembangunan lokal dimana perencanaan berasal dari bawah dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masyarakat lokal. Yang lebih penting adalah melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan sehingga diharapkan penduduk dapat lebih menikmati hasil pembangunan.
“Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan terencana di segala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Serta memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengurangi kemampuan dan kebutuhan generasi mendatang,” sebutnya.
Ini berarti penduduk tidak hanya diperlakukan sebagai obyek, tandas Ansar, tetapi juga sebagai subyek pembangunan sehingga diperlukan upaya pemberdayaan untuk menyadarkan hak penduduk dan meningkatkan kapasitas penduduk dalam pembangunan.
Sementara itu, Esy Malelak dari Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi NTT menyampaikan, tingkat kelahiran di provinsi NTT pada tahun 2012 sudah sangat menurun menjadi 3,3 persen. Untuk kabupaten Sikka masih di bawah rata–rata provinsi NTT
Kabupaten Sikka, terang Esy, terbaik ketiga dalam pengendalian angka kelahiran di Wilayah NTT. Pihaknya juga bersyukur Koalisi Kependudukan di kabupaten Sikka sudah dibentuk sehingga dapat bekerja dengan lebih efektif menyukseskan program keluarga berencana.
“Saya berharap adanya koordinasi lintas sektoral antara pemerintah, masyarakat dan Koalisi Kependudukan dalam mengatasi masalah kependudukan di wilayah masing–masing,” demikian pesannya.