Akibat Pergerakan Tanah, Bangunan MI di Ciamis Rusak

CIAMIS – Bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasawahan, di Jalan Pasawahan No. 34, Dusun Ciakar, RT 01, RW 01, Desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami kerusakan cukup parah. Bangunan gedung retak dan sebagian roboh diakibatkan oleh terjadinya pergeseran tanah.

Pergeseran tanah tersebut terjadi pasca gempa bumi yang terjadi diwilayah Tasikmalaya pada Tanggal 23 Oktober 2017 lalu. Dari enam ruangan yang ada disekolah tersebut, ada tiga ruangan yang mengalami kerusakan cukup parah, yaitu ruang belajar kelas 1, 2 dan ruangan guru, serta kepala sekolah.

“Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasawahan ini, sudah mengalami kerusakan sejak dua minggu terakhir ini. Akibat dari terjadinya pergerakan tanah yang terjadi diwilayah sini, dan diperparah dengan hujan yang mengguyur beberapa hari terakhir ini,” Ungkap Kepala MI Pasawahan, Furqon Fahrudin, S.Pd.I saat ditemui, Selasa (07/11/2017).

Sejak berdiri tahun 1969, hingga kini Sekolah Madrasah Ibtidaiyah ini, baru sekali mendapatkan perbaikan yaitu pada 2004 lalu. Namun akibat dari bencana pergerakan tanah yang terjadi, bangunan tersebut, kini mengalami kerusakan dan tidak bisa dipergunakan untuk kegiatan proses belajar mengajar.

Akibat dari bencana tersebut, aktivitas belajar 102 siswa sangat terganggu. Siswa terpaksa tidak mempergunakan kelas, karena bila dipaksakan belajar terus didalam bangunan yang rusak dikhawatirkan roboh, menimpa siswa yang sedang belajar, dan menimbulkan korban jiwa.

Furqon, berharap kepada pihak Yayasan Ma’arif NU Ciamis, Kemenag Ciamis, dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, untuk secepatnya mengambil langkah perbaikan terhadap bangunan Sekolah yang rusak tersebut. Sehingga proses belajar mengajar siswa yang dilakukan di sekolah ini tidak terganggu. Tandasnya

Suasana belajar siswa MI Pasawahan di dalam kelas tenda – Foto Baehaki Efendi

Sementara itu untuk menjalankan prose belajar mengajar, para siswa MI Pasawahan saat belajar di dalam tenda daraurat yang didirikan Kodim 0613 Ciamis dan BPBD Kabupaten Ciamis. Tenda didirikan di halaman dan lapangan olahraga yang berada tidak jauh dari sekolah.

“Ada 4 kelas, siswa di MI Pasawahan ini, yang belajar di dalam tenda, yaitu siswa kelas 3,4,5 dan 6. Sedangkan untuk siswa kelas 1 dan 2, serta ruang guru dan kepala sekolah masih memanfaatkan bangunan yang ada,” ujar salah satu guru Mulyana Nursidik, S.Pd.I.

Suasana belajar mengajar di dalam kelas tenda sangat tidak nyaman. Udaranya sangat pengap, saat turun hujan bocor dan becek sementara saat terik matahari suasananya panas, serta berlantaikan tanah.

Salah seorang siswa kelas 6, Aril Gustiana, berharap pemerintah agar secepatnya melakukan perbaikan bangunan sekolah yang rusak. “Belajar didalam tenda tidak nyaman, selain udaranya panas, berlantaikan tanah, juga membuat konsentrasi menuntut ilmu menjadi buyar,” ujarnya

Aril, bersama siswa lainnya berharap Pemerintah cepat tanggap akan kerusakan bangunan sekolah yang menimpa MI Pasawahan ini. “Kami yang sudah kelas 6, dan sebentar lagi menghadapi ujian, sangat membutuhkan bangunan kelas yang layak untuk belajar dan menuntut ilmu,” pungkasnya.

Lihat juga...