Karupuak Sanjai Teman Makan di Bakauheni

LAMPUNG – Kerupuk merupakan makanan yang cukup dikenal masyarakat biasa dikonsumsi untuk menjadi teman makan nasi. Salah satu yang bisa dikenal adalah keberadaan karupuak yang bisa didapatkan dengan mudah di rumah makan yang berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera mulai Bakauheni hingga Ketapang.

Karupuak dari segi fisik biasa disebut orang sebagai kerupuk namun bagi sebagian orang lainnya biasa disebut dengan keripik. Penganan tersebut sebenarnya berasal dari daerah Sanjai, Bukittinggi sehingga sebagian orang menyebutnya sebagai kerupuak Sanjai. Karupuak dibuat dengan menggunakan bahan baku ketela.

Adalah Idan (44) salah satu pengrajin kerupuk Sanjai yang telah berproduksi sejak beberapa tahun silam. Kerupuk tradisional tersebut pada mulanya dibuat sebagai camilan atau sebagai teman makan nasi di warung makan miliknya. Namun kini warung makan yang dibuka di area pelabuhan penyeberangan Bakauheni telah tutup dan usaha pembuatan kerupuk Sanjai masih terus berjalan.

Wanita asal Solok Sumatera Barat tersebut membuat kerupuk Sanjai di rumahnya di Dusun Way Apus Desa Bakauheni. Kerupuk Sanjai produksi Idan saat ini memiliki tiga varian, yakni rasa original asin, balado, dan manis. “Kami orang Padang di perantauan masih menyebutnya keripik sanjai meski ada orang yang menyebutnya dengan kerupuk manggleng,” ujar Idan kepada Cendana News, Selasa (7/11/2017).

Proses pembuatan Kerupuk Sanjai di awali dengan diris memanjang berbeda dengan keripik yang dipotong melintang tipis dan bulat namun keripik sanjai lebih panjang. Setelah dipotong, selanjutnya dijemur memanfaatkan panas sinar matahari. Keripik akan digoreng setelah kondisinya kering sempurna. “Kalau kering sempurna akan  menghasilkan keripik yang renyah dan mudah disantap,” tambah Idan.

Keripik sanjai yang sudah diberi bumbu balado dibungkus plastik untuk dipasarkan – Foto: Henk Widi

Sejak tahun 2014 seiring dengan mudahnya memperoleh bahan baku Kerupuk Sanjai, bahan baku berupa singkong kering yang sudah diiris lebih mudah ditemukan. Pengrajin banyak yang menjual kerupuk mentah di pasar tradisional Bakauheni yang ada di jalan lintas timur Lampung dengan sistem karungan rata rata perkarung berisi 10 kilogram seharga Rp12.000.

Kemudahan bahan baku tersebut sekaligus mempermudah dan mempercepat proses penggorengan dan pemberian bumbu tanpa harus melakukan pengolahan dari awal. Setelah digoreng dengan menggunakan wajan khusus dan kompor gas keripik sanjai yang telah matang ditiriskan dalam wadah selanjutnya dilakukan proses pemberian bumbu sesuai dengan selera.

Karupuak sanjai atau keripik sanjai yang telah digoreng dijual dengan harga Rp1.000 perbungkus secara eceran dan seharga Rp12.000 untuk sebanyak 10 bungkus yang kerap banyak dibeli oleh pemilik warung padang dan juga sebagian dipesan oleh warga terutama yang akan mempergunakan camilan tersebut sebagai kerupuk teman makan nasi atau lontong sayur.

Sekali proses pembuatan kerupuk sanjai yang terkadang dititipkan ke sejumlah warung dan dijual secara langsung kepada konsumen Idan mengaku masih bisa memperoleh uang ratusan ribu dari ratusan bungkus keripik sanjai buatannya. Selain menjadi usaha kecil sambilan ia mengaku membuat keripik sanjai untuk melestarikan makanan tradisional yang masih disukai masyarakat tersebut.

Heni,salah satu pemilik warung masakan Padang di Jalan Lintas Timur Bakauheni menyebut dalam sepekan sebanyak puluhan keripik berhasil dijualnya karena sebagian konsumen nasi Padang kerap mempergunakan keripik sinjai sebagai tambahan makan nasi.

Beberapa menu bahkan diakuinya untuk nasi bungkus taburan keripik sanjai sengaja ditambahkan pada menu nasi yang siap disajikan. “Kebutuhan yang berkelanjutan sebagai tambahan kuliner membuat pesanan dari pembuat kerupuk sinjai masih berlangsung hingga sekarang dan saling menguntungkan selama usaha kuliner masih berjalan di jalan lintas timur ini,” terang Heni.

Andi,salah satu konsumen yang menyukai keripik sanjai sebagai camilan mengaku meski hasil dari usaha rumahan namun keripik sanjai tak kalah dengan camilan atau makanan ringan pabrikan yang dijual di sejumlah warung. Penyuka rasa pedas tersebut mengaku menyukai keripik sanjai karena rasa khas balado yang menggugah seleranya sebagai teman makan nasi atau sebagai camilan dan harganya relatif terjangkau.

Lihat juga...