2018, Sumbar Siapkan 2.182 Formasi Guru

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan menyiapkan 2.182 formasi guru berbagai jurusan untuk menempati sejumlah sekolah di Sumbar yang masih kekurangan tenaga pengajar. Hal itu seiring dengan informasi moratorium penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang rencananya akan diakhiri pada tahun 2018 mendatang.

“Beberapa waktu lalu ada informasi dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Asman Abnur, kabarnya moratorium penerimaan PNS akan dicabut. Di Sumbar kita banyak kekurangan guru. Untuk itu melalui Dinas Pendidikan, kita telah ada catatan kekurangan guru itu sebanyak 2.182 orang,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Kamis (2/11/2017).

Ia mengatakan, formasi untuk guru tersebut disiapkan sesuai dengan jurusan yang dibutuhkan di masing-masing sekolah. Pada saat moratorium dicabut, usulan formasi sebanyak 2.182 orang kebutuhan guru, jurusan dan sekaligus sekolah untuk penempatannya akan disampaikan.

“Formasinya segera diusulkan. Mudah-mudahan formasi yang ada sesuai dengan usulan yang kita sampaikan nanti. Setelah melakukan pendaftaran sesuai dengan sekolah yang dituju, pada saat diterima maka guru tersebut tidak boleh pindah ke sekolah lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi guru honorer juga dapat mengikuti seleksi tersebut, sebab ini juga peluang mereka untuk diterima menjadi PNS melalui seleksi penerimaan CPNS tersebut.

“Ini baru informasi lisan dari Menpan RB, kalau moratorium penerimaan PNS segera dicabut. Tentunya tidak hanya pendidikan saja, tapi sektor kesehatan dan lainnya juga harus disiapkan, jika memang akan diperbolehkan lagi penerimaan CPNS melalui jalur umum,” ungkapnya.

Nasrul menyebutkan, usulan penerimaan formasi CPNS untuk Sumbar juga disebabkan karena kekurangan PNS di Sumbar akibat setiap tahunnya banyak PNS pensiun di Sumbar. Diperkirakan ada sekitar 300 orang yang pensiun setiap tahunnya di Sumbar.

“Sudah lima tahun tidak lagi dibuka penerimaan CPNS. Tentunya jumlah pegawai negeri sipil yang ada di Sumbar terus berkurang setiap tahunnya. Keinginan dibukanya formasi untuk tenaga kesehatan dan guru juga telah disampaikan langsung ke Menpan RB Asman Abnur beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Dikatakannya, selain tenaga guru, kesehatan, tenaga akuntansi juga dibutuhkan banyak di Sumbar. Tenaga akuntansi dibutuhkan dalam membantu mengurus keuangan nagari dan desa yang jumlahnya semakin besar.

“Kita juga butuh tenaga akuntansi yang mengurus keuangan nagari atau desa yang semakin besar. Kita butuh tenaga profesional dalam mengurus keuangan tersebut agar nanti tidak terjebak masalah hukum. Mudah-mudahan pada saat moratorium dicabut nanti, usulan kebutuhan formasi yang dibutuhkan ini bisa diterima sesuai dengan kebutuhan Sumbar,” pungkasnya.

Menyikapi adanya kesempatan bagi guru honorer untuk boleh ikut pada formasi CPNS itu, disambut positif oleh sejumlah guru honorer di Sumbar. Salah seorang guru honorer di Kabupaten Pesisir Selatan yang mengajar di salah satu SMP di Kecamatan Sutera, Siska Maryenti, mengatakan, sudah cukup lama menanti adanya peluang untuk ikut CPNS formasi guru.

“Semogalah informasi dari pemerintah provinsi akurat, karena saya benar-benar ingin ikut CPNS itu,” katanya.

Ia mengaku, telah menjadi guru honorer di SMP hampir tiga tahun ini. Penghasilan yang diterima seorang guru honorer pun tak menentu. Terkadang digaji per tiga bulan sekali dengan jumlah Rp500 ribu dan terkadang pernah digaji Rp100 ribu per bulannya. Kondisi demikian, katanya, jika bicara gaji sungguh tidak wajar, karena akan minus dari hitung-hitungan pengeluaran kebutuhan selama satu bulan.

“Setiap hari itu untuk datang ke sekolah butuh biaya, seperti minyak motor, makan, dan yang lainnya. Tapi, pada intinya saya tidak mempersoalkan hal itu. Karena, jika saya persoalkan hal tersebut, mungkin saya sudah mundur dari guru honorer,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap, apa yang telah menjadi ungkapan dari Pemerintah Provinsi tentang memperbolehkan guru honorer untuk ikut dalam formasi guru CPNS yang sebanyak 2.182 tersebut, tidak berubah pada saat datang jadwal pendaftaran CPNS formasi guru.

 

Lihat juga...