Yogyakarta Tuan Rumah Piala Soeratin Tingkat Nasional

YOGYAKARTA – Turnamen sepakbola tahunan, Piala Soeratin, tingkat nasional resmi bergulir. Bersama Jawa Tengah, Yogyakarta didapuk sebagai tuan rumah turnamen sepakbola remaja U-15 dan U-17. Turnamen diikuti wakil seluruh asosiasi provinsi di Indonesia.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha. –Foto: Sodik

“Piala Soeratin digelar mulai tanggal 14 -28 Oktober mendatang di 8 venue. PSSI menunjuk Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY dan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Finalnya di Maguwoharjo pada 28 Oktober,” ucap Dessy Arfianto, perwakilan dari PSSI, Minggu (15/10/2017).

Dessy mengatakan, pada tahun ini PSSI menyeragamkan penyelenggaraan turnamen. Jika sebelumnya Piala Soeratin lebih dikenal untuk U-17, maka tahun ini digabung bersama kelompok U-17. Kontestan U-17 merupakan juara Piala Soeratin dari masing-masing Asprov.

Sementara itu, untuk U-15 adalah wakil dari asosiasi provinsi. “Jadi, kalau U-17 menggunakan nama klubnya, sedangkan U-15 menggunakan asprov daerahnya. Pertandingan pembukanya PSS U-17 lawan Persebun Pangkalanbun,” terang Dessy.

Herwin Sjachrudin, Wakil Asprov PSSI DIY yang juga panitia pelaksana mengaku sangat terhormat dipilih PSSI sebagai tuan rumah Piala Soeratin putaran nasional. DIY, tegas Herwin, siap menggelar laga karena memiliki lapangan yang representatif.

Asprov, lanjut dia, sudah memeriksa seluruh stadion yang akan digunakan. “Semuanya sudah dicek dan semuanya siap menggelar laga baik U-15 maupun U-17,” terangnya.

Piala Soeratin putaran nasional U-17 akan digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Sultan Agung Bantul, Stadion Muh Subroto Magelang, Jawa Tengah, dan Stadion Gemilang Magelang. Sedaangkan U-15, akan digelar di Lapangan Sepakbola UNY, Lapanan Dwiwindu, Stadion Tridadi, serta Stadion Abu Bakrin Magelang.

Ratu Tisha, Sekjen PSSI mengatakan, piala Soeratin merupakan pembinaan berjenjang yang digelar federasi. Piala Soeratin tidak dapat disamakan dengan turnamen lain, karena output turnamen baru akan terlihat dalam beberapa tahun berikutnya.

“Fokusnya bukan bagaimana menghasilkan juara, tetapi bagaimana melahirkan bibit-bibit muda yang akan menjadi tulang punggung timnas”, pungkasnya.

Lihat juga...