Warga di Ciamis Manfaatkan Lahan Perhutani untuk Bercocok Tanam

CIAMIS — Tidak sedikit masyarakat yang berada di sekitar hutan Gunung Geger Bentang, memanfaatkan sebagian lahan Perhutani untuk bercocok tanam. Hal tersebut mereka lakukan lantaran tidak memiliki lahan untuk ditanami.

Salah seorang warga Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumiasih, Senin (23/10/2017), mengatakan, dirinya bersama anaknya menjadi penggarap lahan milik Perhutani sudah sejak lama.

Meski petak tanah milik Perhutani dekat dengan pemukiman warga dan rawan longsor, hal itu tidak menyurutkan niat, Jumiasih dan anaknya, untuk bisa bercocok tanam demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Jumiasih, lahan garapan milik Perhutani yang ia tanami padi, jagung, kacang, pisang, ketela pohon, dan tanaman lainnya tersebut sudah mendapatkan izin dengan catatan harus bisa menjaga kelestarian hutan yang ada.

“Boleh digarap, tapi harus bisa menjaga dan melestarikan hutan yang ada di wilayah sini dan tidak boleh dibakar saat membuka lahan,” ungkap Jumiasih

Ditambahkan Jumiasih, warga yang menggarap juga diwajibkan ikut merawat pohon jati yang ditanam dan memperhatikan bahaya bencana longsor dan kebakaran hutan.

Ada sedikitnya 100 warga di wilayah tersebut yang ikut memanfaatkan lahan milik Perhutani, untuk dijadikan lahan pertanian dan palawija. Setiap orang di wilayah tersebut sedikitnya menggarap lahan seluas panjang 100 meter dan lebar 15 meter.

Lihat juga...