Usaha Ibu Rumah Tangga Tumbuh Bersama Tabur Puja
PADANG – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Usaha rumahan yang dijalani Atik Hartini seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, memiliki perjuangan yang besar. Meski usaha yang dirintisnya sering jatuh bangun akibat minimnya modal, namun sejak hadirnya Tabur Puja di Posdaya Permata Bunda, kini usahanya berjalan cukup bagus.
Atik yang ditemui di rumahnya hari ini menceritakan, usaha rumah yang tengah dilakoninya seperti membuat Kacang Tojin, Stick Rayko, Stick Tempe, dan Rakik Kacang, memang sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu. Namun, usahanya sering jatuh bangun, dan bahkan pernah terhenti, akibat minimnya modal.
Akan tetapi, setelah memasuki tahun 2015, ketika mendapat bantuan modal usaha dari Skim Tabur Puja, ia pun kembali mencoba keberuntungan melalui usahanya tersebut. Buktinya, persoalan modal selama ini akhirnya terlesaikan sudah. Hingga hari ini, dari pinjaman awal sebesar Rp2.000.000, dan kini telah berlanjut hingga pinjaman kedua yakni sebesar Rp3.500.000, usahanya telah turut menghasilkan pundi-pundi rupiah.
“Dulu waktu tahun 2012 itu, saya merintis membuat usaha jualan stick ini. Tapi, hanya mampu membuat jumlah yang sedikit, akibatnya kadang-kadang saya membuat kue, kadang-kadang tidak. Ya, persoalannya modal juga, nah melalui pinjaman lunak Tabur Puja saya kembali mencoba untuk mengembangkan usaha ini. Alhamdulillah berjalan dengan baik,” katanya, Rabu (18/10/2017).
Ia menjelaskan, kini usahanya itu telah menghasilkan pundi-pundi rupiah sebesar satu juta rupiah per pekan. Artinya, dalam satu minggu Atik bisa memperoleh penghasilan berkisar empat juta rupiah. Penghasilan, satu juta per pekan itu, merupakan hasil penjualan kue yang dipasarkan di warung-warung kalontong di sekitar Kota Padang.
“Jadi, empat jenis kue yang saya jual inj, saya bungkus-bungkus. Harga per bungkus itu Rp1.800, nanti setelah dipasarkan ke warung-warung harganya menjadi Rp2.000. Lalu yang 200 rupiah itu diambil untungnya oleh pemilik warung. Begitulah pemasaran kue-kue yang saya buat, sehingga bisa memperoleh penghasilan sekira empat juta per bulan,” ujarnya.
Atik juga menyebutkan, saat ini dari hasil usaha yang ia jalani, dan berkat pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, telah turut memperbaiki kondisi kehidupan keluarganya. Serta mampu pula untuk menyekolahkan tiga orang anak.
Sementara itu, Ketua Posdaya Permata Bunda, Nina Dewi Sukmawati mengatakan, saat ini peran Posdaya di Kelurahan Gunung Sarik diakui oleh pemerintah kelurahan telah membantu memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat, terutama terhadap masyarakat kecil.
“Pihak lurah bahkan mendorong masyarakat untuk mendapatkan pinjaman modal usaha ke Posdaya Permata Bunda. Buktinya, saat ini jumlah anggota yang aktif berkisar 80 orang, dengan berbagai jenis usaha yang dijalani,” ucapnya.
Dewi menjelaskan, usaha-usaha yang dijalani oleh masyarakat setempat yang telah mendapat pinjaman lunak dari Tabur Puja seperti usaha rumahan, pertanian, perikanan, dan juga pedagang kecil-kecilan seperti menjual gorengan dan yang lainnya,” ujar wanita penggerak Bank Sampah di Kota Padang ini.
Ia melihat, semenjak kehadiran Tabur Puja di Posdaya Permata Bunda, memang sangat terlihat geliat perekonomian masyarakat, terutama untuk keluarga yang prasejahtera. Dari sebelumnya ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan, sekarang melalui pinjaman Tabur Puja, sudah bisa melakukan aktivitas yang menghasilkan rupiah.
