Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Banyak Janji Belum Direalisasikan

JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menilai tiga tahun usia kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hanya mengisahkan cerita tentang kebersihan dalam bentuk angka-angka, tapi keadaan yang sesungguhnya jauh dari kata capaian.

Fadli mengatakan, janji yang belum dituntaskan di momen tiga tahun ini salah satunya bidang pertanian, dimana pemerintah berjanji akan swasembada pangan selama kurun waktu tiga tahun.

“Ini sudah tiga tahun, kita belum lihat ada swasembada, yang jelas masih impor beras, jagung dan daging, bahkan garam pun diimpor,” tutur Fadli dalam diskusi publik ‘ Tiga Tahun Jokowi-JK” di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat, (20/12/2017).

Selain itu, beber Fadli, janji Jokowi yang belum direalisasikan dalam bidang kesehatan yaitu membangun 50 ribu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh wilayah Indonesia.

“Jika 50 ribu Puskesmas dibangun dalam lima tahun, itu berarti satu hari kira-kira 27 Puskesmas, tapi setahu saya belum ada kok Puskesmas yang dibangun,” ungkapnya.

Fadli juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang diklaim oleh pemerintah bisa jadi ‘Trigger’ untuk menggerakkan ekonomi. Bahkan dapat menyerap tenaga kerja, janji itupun terbukti tidak terjadi.

Berdasarkan data, sektor industri logam dasar justru tumbuh negatif -3,06 persen pada kwartal I 2017. Hal itu, menurutnya, merupakan sebuah keanehan di tengah maraknya proyek infrastruktur.

“Bukan hanya itu, di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 7 persen, jadi menurut saya, jauh dari kata capaian,” pungkas Fadli.

Fadli membeberkan, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah itu pun terasa aneh, karena tanpa konsep dan strategi, sehingga hasilnya adalah anomali. Bagaimana bisa konsumsi semen secara nasional turun, padahal pemerintah sedang menggalakkan proyek infrastruktur.

Menurut Fadli, di periode Januari hingga Juni 2017 konsumsi semen melorot 1,3 persen dari sebelumnya 29,4 juta ton turun menjadi 28,9 juta ton. Padahal anggaran insfastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (R-APBN) tahun 2018 semakin dinaikkan.

“Jadi saya kira dalam tiga tahun Jokowi JK, kita melihat apa yang dijanjikan itu perlu dievaluasi kembali, termasuk infrastruktur yang memakan biaya cukup besar dari program yang mempunyai implikasi langsung pada kesejahteraan rakyat,” tutup Fadli.

Lihat juga...