Sultan Berkomitmen Gali Potensi Laut Selatan DIY

YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X berkomitmen menggali potensi kelautan di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode pemerintahannya 2017-2022.

Keseriusan untuk membangkitkan wilayah selatan DIY tertuang dalam visi pemerintahannya dengan tema Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja yang ia bacakan menjelang ditetapkan kembali sebagai Gubernur DIY untuk periode 2017-2022 dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD DIY.

“Gagasan ini tidak muncul tiba-tiba, tetapi melalui pergulatan pemikiran dengan proses yang cukup panjang dengan didukung argumen historik emperik yang kuat,” kata Sultan saat memberikan sambutan di Tasyakuran Mangayubagya Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Masa Jabatan 2017-2022 di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu (21/10/2017) malam.

Menurut sultan, dalam pengelolaan sumber daya kelautan, selama ini Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki luas wilayah laut lebih sempit. Negara Skandinavia, adalah contoh negara yang sukses memanfaatkan kekayaan lautnya untuk menopang perekonomian nasional.

Demikian juga dengan Chile dan Peru yang industri maritimnya mampu memberikan kontribusi sekitar 30 persen terhadap PDB. Sedangkan Indonesia potensi kelautan yang digarap hanya mampu berkontribusi di bawah 30 persen. “Padahal Indonesia memiliki wilayah laut yang jauh lebih luas,” kata Sultan.

Selain potensinya yang besar, usaha di sektor kelautan juga cukup efisien. Ia menyebutkan nilai incremental capital output ratio (ICOR) sektor perikanan laut dan payau sebesar 3,42 yang berarti lebih efisien dibanding usaha sektor lain. Begitu pula incremental labor output ratio (ILOR) mencapai angka 7-9 berarti labor intensive.

Meski demikian, untuk mencapai cita-cita membangkitkan wilayah selatan DIY membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah di tingkat kabupaten. Misi untuk membangkitkan wilayah selatan DIY menjadi solusi efektif untuk mengurangi tingkat kemiskinan, khususnya bagi masyarakat di wilayah DIY bagian selatan.

“Kebangkitan wilayah selatan DIY adalah kebangkitan Indonesia. Pencapaiannya mensyaratkan dukungan penuh kebijakan kabupaten/kota,” pungkas Sultan. (Ant)

Lihat juga...