SDN 3 Klaten Terapkan Sekolah Sehat dan Nyaman
LAMPUNG — Upaya dunia pendidikan dalam menanamkan kesadaran akan hidup sehat terus dilakukan oleh Sekolah Dasar Negeri 3 Klaten Kecamatan Penengahan dengan menanamkan kesadaran pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SDN 3 Pasuruan, Muhamad Amin, menegaskan pola hidup bersih dan sehat yang ditanamkan oleh pihak sekolah merupakan bekal yang pokok agar siswa bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari hari di rumah didukung adanya fasilitas yang disediakan sekolah menuju sekolah sehat.
Dengan luas lahan sekolah yang cukup luas sekitar 2.500 meter yang memungkinkan ketersediaan lahan untuk lokal belajar, halaman olahraga serta bangunan penunjang berupa kantin sekolah, tempat parkir, perpustakaan sejolah, ruang olahraga sebagian lokasi disulap menjadi lahan untuk penanaman berbagai jenis tanaman obat.
Beberapa jenis tanaman obat keluarga (toga) yang ditanam di lahan kosong sekolah diantaranya pepaya, jambu batu, serai, sirih, kunyit, laos,serta berbagai jenis tanaman obat yang dipelihara di lingkungan sekolah.
“Beberapa ruang kosong juga ditanam pohon peneduh yang produktif diantaranya pohon jambu jamaica,jambu air serta buah buahan sehingga memiliki manfaat ganda di lingkungan sekolah,” ujar Amin saat ditemui Cendana News, Kamis (19/10/2017)
Lingkungan yang teduh dan nyaman dengan berbagai tanaman yang sebagian besar sebagian besar adalah tanaman obat. Menurut Amin memberikan pemahaman dan fungsi beberapa tanaman obat yang terdapat di halaman sekolah kepada siswa memberikan manfaat.
Selain aktivitas membersihkan taman para siswa kerap diberi pelajaran terkait fungsi tanaman obat di antaranya tanaman jambu batu yang daunnya bisa dipergunakan sebagai obat diare, sakit perut serta fungsi tanaman lain sebagai obat tradisional.
Selain pemahaman tentang fungsi obat obatan tradisional yang ada di lingkungan sekolah, fasilitas air bersih untuk cuci tangan dan keperluan membersihkan kelas juga disediakan di sekolah tersebut tepat di setiap kelas dengan air yang mengalir.
Penyediaan air mengalir tersebut sekaligus upaya sekolah menghimbau para siswa selalu memperhatikan kebersihan dengan mencuci tangan setelah melakukan kegiatan di luar ruangan.
Selain itu sekolah juga menyediakan sebanyak tiga lokal WC dengan enam pintu untuk melengkapi kebutuhan kebersihan para guru dan siswa di sekolah yang berdiri sejak 1977 tersebut.
Sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 100 orang dengan rombongan belajar atau kelas sebanyak 6 lokal tersebut saat ini ungkap Amin memiliki sebanyak 9 guru diantaranya sebanyak 7 guru PNS dan guru honorer sebanyak 2 orang.
Sebagai upaya menyediakan fasilitas kesehatan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Kesehatan Puskesmas Rawat Inap Penengahan penyediaan fasilitas Usaha Kesehatan Sekolah lengkap dengan dua dokter kecil yang telah dilatih.
Sebagai sekolah di pedesaan sebagian besar merupakan siswa dengan profesi orangtua dominan sebagai petani dan pekebun tidak lantas membuat para siswa minim prestasi bahkan dalam bidang akademik dan non akademik SDN 3 Klaten menorehkan beberapa prestasi. Beberapa prestasi tersebut diantaranya dalam olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) diantaranya dalam mata pelajaran matematika dan IPA diantaranya menyabet juara 2 dan 3.
Prestasi dalam bidang olahraga bahkan diakui Muhamad Amin cukup dominan diantaranya dalam gelaran O2SN setiap tahun di tingkat kecamatan hingga kabupaten sekolah tersebut menjuarai bidang olahraga tenis meja dengan juara I ,tenis meja putra dan putri juara 2, atletik putra juara 1, dan catur juara 2.
“Kita tekankan agar siswa tidak saja berprestasi dalam bidang akademik namun juga non akademik sementara bagi yang tidak berprestasi tetap diberi dorongan dalam bidang yang lain,” papar Amin.

Eko, salah satu guru kelas VI menyebut meski sebagian siswa merupakan anak anak di wilayah pedesaan namun sebagian besar, siswa memiliki semangat belajar yang tinggi. Dalam hal pemeliharaan taman dan berbagai tanaman obat keluarga siswa bahkan sebagian membawa tanaman obat dari rumah setelah mengetahui fungsi tanaman obat.
“Kita terus lengkapi berbagai tanaman obat yang dibentuk menjadi taman dilengkapi dengan tanaman bunga sebagai penghias halaman sekolah,” terang Eko.
Sebagian siswa yang saat di rumah terbiasa melakukan aktivitas menanam dengan aktifitas harian orangtua sebagai petani . Hal ini menurut Eko lebih mudah dalam mendidik siswa untuk merawat berbagai tanaman yang ada di lingkungan sekolah.
Memasuki musim penghujan bahkan sebagian tanaman yang sebelumnya mati akibat kekeringan di lingkungan sekolah kembali ditanam para siswa dengan tanaman baru. Dengan demikian langkah ini menciptakan lingkungan yang nyaman dan asri.
