SDN 3 Klaten Ciptakan Prestasi Lewat Aktivitas Rutin
LAMPUNG — Olahraga menjadi salah satu sarana untuk mencapai kesegaran jasmani yang berguna untuk aktivitas sehari-hari, khususnya dalam mengikuti pelajaran di sekolah salah satunya di tingkat sekolah dasar.
Kepala Sekolah SDN 3 KLaten, Muhamad Amin, memiliki strategi serta kebijakan khusus dalam menanamkan kecintaan siswa akan olahraga hingga siswanya berprestasi dalam kompetisi olahraga antar sekolah tingkat SD.
Sebagai sekolah yang ada di pedesaan, SDN 3 Klaten menerapkan siswa sudah berada di sekolah sejak 07.00 WIB pagi. Aktivitas rutin senam kesegaran jasmani diiringi musik yang sudah disiapkan oleh siswa dan guru olahraga yang bertugas.
Aktivitas senam tersebut selain diikuti oleh semua siswa sekaligus diikuti oleh sebanyak 9 guru di sekolah tersebut dengan aktifitas senam seribu,senam pramuka yang dipandu oleh beberapa siswa.
“Kebijakan senam setiap pagi merupakan implementasi dari upaya gerakan masyarakat sehat melalui aktivitas minimal setengah jam setiap hari dan sekaligus mendisiplinkan siswa agar berangkat sekolah tepat waktu,” ungkap Amin, Cendana News,Jumat (20/10/2017)
Setelah kegiatan olahraga harian dilanjutkan dengan kegiatan pembersihan lingkungan. Selain aspek kesehatan fisik,kebersihan lingkungan juga perlu dilakukan. Apalagi saat ini luas lahan sekolah mencapai 2.500 meter persegi didominasi dengan pepohonan.
Pada hari Jumat kegiatan pembersihan sampah bahkan dilakukan secara intensif dengan aktivitas Jumat bersih. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang jumlahnya kini mencapai 100 siswa.
Sampah tersebut sebagian merupakan sampah organik dari daun dan bunga yang berguguran sementara sampah plastik dari sisa bungkus makanan telah disediakan kotak sampah khusus. Kesadaran untuk menjaga kesehatan fisik dan lingkungan sekolah tersebut sekaligus dorongan dari guru olahraga atau guru pendidikan jasmani dan kesehatan bernama Sutinah yang mengabdi sejak 1984.
Sutinah menegaskan sebagai satu sekolah yang ada di pedesaan bukan berarti fasilitas olahraga di sekolah tersebut minim. Dia mengungkap pihak sekolah telah memanfaatkan satu ruang khusus yang semula dipergunakan sebagai rumah tinggal guru menjadi ruang olahraga dalam ruangan.
Keberadaan ruang olahraga untuk memfasilitasi para siswa melakukan kegiatan olahraga tenis meja, catur tersebut bahkan menjadi tempat untuk menyimpan sarana olahraga yang sekolah lain tidak miliki sehingga siswa memiliki lokasi untuk berlatih.
Meja meja khusus untuk berlatih catur bagi siswa sekaligus menjadi tempat penyimpanan sementara latihan tenis meja dan catur kerap digalakkan menjelang iven olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN).
“Sebagian siswa kita latih di sekolah sebelum ajang pertandingan namun sebagian dilatih oleh orangtua yang ikut memberi dukungan anaknya berprestasi dalam bidang olahraga,” ujar Sutinah.
Penyediaan fasilitas olahraga yang memadai dengan halaman dan ruang terbuka yang luas sebagai tempat berlatih didukung ruang khusus olahraga membuat beberapa prestasi ditorehkan oleh siswa di SDN 3 hingga ke tingkat kabupaten dalam ajang O2SN.
Beberapa siswa yang berprestasi dalam bidang olahraga selama beberapa tahun terakhir diakuinya sudah kerap diraih para siswa sejak tahun 2010 sebagian bahkan sudah lulus meski piala dan piagam penghargaan masih tersimpan di sekolah dalam bidang akademik mata pelajaran IPA dan Matematika.
Beberapa siswa berprestasi dalam bidang olahraga di antaranya Bagas (13) duduk di kelas 6 meraih juara 1 atletik, juara 1 tenis meja diraih oleh Raka (10) kelas 4, Dian (10) kelas 4 meraih juara 1 tenis meja putri, juara 1 olahraga catur diraih oleh Amel (11) siswa kelas 6 dan sebagian prestasi dalam bidang catur diantaranya sudah lulus ke jenjang SMP.
Sebagai dukungan pada siswa berprestasi dalam bidang olahraga pihak sekolah ungkap Sutinah juga memberikan uang pembinaan,piagam dan duplikat piala yang diperoleh agar siswa mendapat semangat untuk berprestasi dalam bidang olahraga.
Sebagian besar siswa yang berprestasi dalam bidang olahraga tersebut diakui Sutinah selain ikut mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten juga memiliki prestasi akademis yang membanggakan sehingga aktifitas olahraga menjadi kegiatan positif yang terus dilakukan.
Persiapan menjelang ajang O2SN yang digelar pada Januari tahun depan dengan jenjang tingkat gugus, kecamatan, Korwil bahkan telah dilakukan dengan latihan rutin agar siswa yang dipersiapkan dapat lebih menguasai cabang olahraga yang dipertandingkan dengan fasilitas yang memadai.
Dukungan orangtua bahkan terlihat dengan adanya kesadaran membelikan peralatan bagi siswa berupa raket, bet tenis meja, serta papan catur yang bisa menjadi sarana latihan bagi siswa di rumah serta ekstrakurikuler di luar jam pelajaran.
