SDN 1 Pasuruan Lampung Realisasikan Membaca 15 Menit
LAMPUNG — Gerakan Lampung Membaca sekaligus pencanangan Kampung Literasi di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan oleh Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan pada akhir September lalu langsung ditanggapi positif oleh seluruh sekolah yang ada di wilayah tersebut.
Kepala Sekolah SDN 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan, Suroto, mengungkapkan sebagai upaya merealisasikan gerakan tersebut di sekolah. Pihaknya telah melakukan kegiatan 15 Menit Membaca yang diwajibkan bagi siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan bahan bacaan yang beragam dari perpustakaan dan sebagian dibawa dari rumah.
Gerakan 15 Menit Membaca tersebut secara tekhnis dijadwalkan secara bergiliran dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan hari berbeda sehingga kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan sejak hari Senin hingga Sabtu sepanjang pekan.
Suroto bahkan menyebut aktivitas membaca sebelum pelajaran dimulai sudah dilaksanakan sebelum ada pencanangan Lampung Membaca dengan jadwal membaca Alquran pekan pertama,bacaan sejarah pekan kedua,bacaan ilmu pengetahuan pekan ketiga dan bacaan fiksi pada pekan keempat.
“Tekhnisnya sudah kita laksanakan terutama tujuan kita ingin menanamkan bagi siswa agar sebelum belajar bisa mempersiapkan diri salah satunya membaca lima belas menit sebelum belajar,” terang Suroto, saat ditemui Cendana News di sekolah tersebut, Kamis (12/10/2017)
Aktivitas membaca 15 menit membaca yang dibuat terjadwal tersebut diakui Suroto dipastikan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar para siswa berlangsung sejak 07.30 WIB, sementara para guru sudah diwajibkan hadir di sekolah pada pukul 07.00 WIB.
Sebelum kegiatan belajar mengajar kelas yang mendapat jadwal membaca buku selama 15 menit sudah mempersiapkan aktivitas tersebut dipandu oleh masing masing guru kelas yang juga wajib membaca buku atau mengawasi siswa agar membaca buku dengan baik.
Aktivitas membaca Alquran pada pekan pertama setiap bulan diakui oleh Suroto memiliki tujuan agar para siswa lebih bisa membaca Alquran. Sementara bagi siswa beragama Kristen dan Katolik juga diwajibkan membawa Alkitab dari rumah masing masing.
Penanaman nilai kerohanian dengan bacaan rohani juga diberikan pada waktu lain disamping membaca Alquran atau kitab suci sehingga siswa ditanamkan untuk mencintai kitab suci agamanya masing masing.
Khusus untuk buku ilmu pengetahuan serta buku buku bacaan lain selain untuk aktivitas membaca 15 menit pihak sekolah juga telah menyediakan fasilitas perpustakaan dengan jumlah buku lebih dari 8000 koleksi buku dan mendapat bantuan dari Dana Alokasi Khusus sebanyak lebih dari 500 buku.
“Kita juga siapkan petugas perpustakaan yang memiliki tugas melakukan inventarisasi buku yang dimiliki dan jadwal peminjaman bagi siswa yang ingin membaca buku di rumah,” tutur Suroto.
Aktivitas Membaca 15 menit tersebut diakui Suroto merupakan kegiatan positif untuk menanamkan minat baca siswa atau kegiatan literasi yang saat ini tengah digalakkan dengan upaya mendukung Gerakan Lampung Membaca. Kegiatan membaca buku sekaligus upaya meminimalisir siswa sekolah yang saat ini sudah terpengaruh dengan gawai sehingga buku bacaan dilupakan.
Irlina, guru kelas 4 SDN 1 Pasuruan menyebut membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mendisiplinkan siswa dalam aktivitas belajar dengan datang lebih pagi dan bisa mempersiapkan pelajaran.
Waktu yang dipergunakan sebelum jam pelajaran diakui Irlina selama ini hanya dipergunakan siswa untuk bermain di halaman sekolah. Padahal pagi menjadi saat paling tepat bagi siswa menyerap ilmu, salah satunya dengan membaca. Sehingga gerakan membaca 15 menit tersebut sangat positif dilakukan.
