Sate Lalap, Khas Karangasem Bali

DENPASAR – Sate, merupakan salah satu kuliner khas Indonesia, dan setiap daerah di Nusantara pasti mempunyai sate khasnya masing-masing. Mulai dari sate khas Madura, Padang, dan pada umumnya bahan baku dasar sate menggunakan daging ayam, kambing, sapi atau ikan laut.

Nah, di Bali, selain terkenal dengan Sate Lilitnya yang berbahan baku ikan tongkol segar, juga terkenal dengan Sate Lalap. Sate ini hanya dapat dijumpai di Kabupaten Karangasem, tepatnya di kampung muslim atau kampung Jawa. Sate ini biasanya hanya dijual ketika bulan puasa.

Dody Hidayat, penjual Sate Lalap khas Karangasem Bali. -Foto: Sultan Anshori.

Namun, beberapa tahun belakangan sate ini bisa ditemui di beberapa tempat di Denpasar. Salah satunya di Jalan Pura Kerta Dalam, Dagin Puri Denpasar Barat. Warung ini biasanya menyediakan sate lalap.

Dody Hidayat, penjual Sate Lalap, mengatakan, Sate Lalap tidak ubahnya dengan sate pada umumnnya, sate ini juga menggunakan daging, baik ayam maupun daging sapi ataupun jeroan sebagai bahan bakunya. Hanya saja, bumbu campuran sate lalap berbeda dengan sate pada biasanya. Jika sate Madura menggunakan bumbu kacang, Sate Lalap ini menggunakan bumbu kuning sebagai pelengkap rasanya.

“Bumbu kuning hampir menyerupai bubur sumsum, namun terbuat dari rempah-rempah. Bahan bakunya terdiri dari santan kelapa dan tepung terigu, tepung beras, bawang merah dan bawang putih, kunyit, serta cabai merah besar”, ujar pria yang biasa dipanggil Hidayat ini.

Hidayat menjelaskan, cara membuat bumbu kuning itu, semula semua bumbu mulai bawang merah dan bawang putih, kunyit, serta cabai merah besar terlebih dahulu dihaluskan. Sementara untuk tepung terigu dan tepung beras dimasak mengunakan air panas hingga mengental, dan yang terakhir campur bumbu yang sudah dihaluskan ke dalam adonan tepung yang sudah mengental kemudian didinginkan.

“Selain bumbu kuning, masih ada pelengkap sate lalap ini. Yaitu saur, yang terbuat dari parutan kelapa kemudian di sangrai, sama dengan serundeng Jawa”, jelas pria asli Karangasem ini.

Ia menambahkan, untuk harga sate lalap relatif cukup murah. Ia menjualnya seharga Rp20 ribu per porsi sudah termasuk Tipat atau Ketupat. Ia menyebutkan, sate lalap ini paling banyak dicari oleh masyarakat pada saat bulan puasa, karena sangat cocok dijadikan kudapan untuk menu berbuka puasa.

Dan, hal tersebut tentu berpengaruh pada penjualannya. Jika di hari biasa hanya mampu menjual 40-50 porsi sehari,  pada bulan puasa mampu menjual hingga 150 hingga 200 porsi sehari.

“Sate ini paling banyak dicari waktu puasa, Mas. Paling cocok dimakan dengan Tipat, atau ketupat”, kata pria kelahiran 25 tahun silam ini.

Lihat juga...