Sambut Bandara Baru, Tujuh Kawasan Wisata Prioritas Dikembangkan

YOGYAKARTA – Pemda DIY menetapkan akselerasi pembangunan dan pengembangan pada 7 kawasan destinasi prioritas kepariwisataan di DIY. Hal itu dilakukan untuk menyongsong keberadaan New Yogyakarta International Airport (NYIA) sekaligus mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Sekretaris Daerah DIY, Sugeng Purwanto, mengatakan sektor pariwisata diprioritaskan karena dinilai akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor lainnya seperti perdagangan, industri pengolahan, transportasi serta informasi dan komunikasi. Selain itu juga untuk mewujudkan target Pemda DIY menjadikan DIY sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara tahun 2025.

“Untuk pendidikan dan budaya saat ini boleh dibilang kita sudah cukup diakui. Namun untuk pariwisata DIY sudah mulai tertinggal dari daerah lain. Dulu pariwisata kita nomor 2 setelah Bali, tapi tahun 2016 merosot ke nomor 6. Kalah dari Jabar, Jatim, DKI, Babel. Sehingga memang harus ada akselerasi. Jadi tidak sulit menjadikan DIY sebagai daerah pusat pariwisata terkemuka di Asia Tenggara tahun 2025,” katanya, Kamis (12/10/2017).

Sugeng sendiri menjelaskan ketujuh kawasan prioritas destinasi kepariwisataan yang akan dibangun dan dikembangkan tersebut yakni Kraton-Malioboro, Prambanan-Ratu Boko, Lereng-Merapi, Karst Gunungsewu, Pantai Parangtritis-Depok-Kuwaru, Pegunungan Menoreh, serta Kasongan-Tembi-Wukirsari.

Pertimbangan pemilihan ketujuh kawasan tersebut dijelaskan antara lain terkait keunikan destinasi wisata itu sendiri. Seperti misalnya kawasan Kraton dan Malioboro. Selain juga pertimbangan terkait pasar, dimana masih banyak wisman yang mengunjungi kawasan tersebut. Seperti Parangtritis, Kasongan, dan lainnya.

“Ada juga karena pertimbangan strategis politis. Seperti bedah Pegunungan Menoreh, itu untuk menjawab atau sebagai respon pembangunan wisata di Jawa Tengah menyusul bandara baru. Kalau kita tidak punya daya tarik wisman bisa saja hanya lewat di DIY dan menginap di Jateng. Selain itu juga pertimbangan daya saing destinasi. Karena Jawa Tengah memiliki magnet Candi Borobudur, maka kita saingi dengan Candi Prambanan-Ratu Boko,” katanya.

Pembangunan tujuh kawasan destinasi prioritas wisata itu sendiri nantinya akan dilakukan secara komprehensif. Baik itu secara perencanaan, fisik, kelembagaan, konektivitas, kesadaran pokdawis, pemasaran, dan lainnya. “Semua harus disiapkan betul terutama soal kelembagaan, karena saat ini masih cukup lemah. Diharapkan tidak ada lagi daerah wisata yang memunculkan konflik, karena perencanaan kelembagaan kurang bagus,” katanya.

Lihat juga...