MOSKOW – Rusia menuding Amerika Serikat berpura-pura memerangi ISIS di Suriah dan Irak. Bahkan Rusia menuduh AS secara sengaja mengurangi serangan udara di Irak agar para milisi ISIS bisa memasuki Suriah.
Apa yang dituduhkan tersebut didasari adanya dugaan niat dari Amerika Serikat untuk memperlambat pergerakan tentara Suriah dukungan Rusia.
“Semua tahu bahwa koalisi pimpinan AS berpura-pura memerangi ISIS, terutama di Irak, tapi diduga terus memerangi ISIS di Suriah secara aktif dengan beberapa alasan,” kata juru bicara kementerian pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov, Selasa (10/10/2017).
Sebagai akibatnya, milisi ISIS dalam jumlah besar telah berpindah dari daerah-daerah perbatasan Irak ke Deir al-Zor. Di daerah baru tersebut para milisi berupaya masuk ke tepi kiri Sungai Eufrat.
“Aksi-aksi Pentagon dan koalisi itu harus dijelaskan. Apakah perubahan taktik mereka itu merupakan niat untuk separah mungkin menyulitkan operasi tentara Suriah,” tandas Konashenkov.
Sementara tentara Suriah dalam menghadapi milisi ISIS dibantu dan didukung oleh angkatan udara Rusia. Operasi yang dilancarkan untuk merebut kembali wilayah Suriah hingga ke wilayah timur Eufrat.
Konashenkov menambahkan bahwa pasukan Suriah sedang berupaya mendorong ISIS keluar dari kota al-Mayadin di tenggara Deir al-Zor tapi bahwa ISIS setiap hari berusaha memperkuat kemampuannya di sana dengan banyaknya tentara asing bayaran yang berdatangan dari Irak.
“Atau apakah ini merupakan langkah licik (koalisi, red) untuk mendorong para teroris ISIS keluar dari Irak dengan memaksa mereka bergerak menuju Suriah dan ke jalur pengeboman yang diincar oleh angkatan udara Rusia,” tambahnya.
Di Washington, juru bicara Pentagon Kolonel Robert Manning menggambarkan tuduhan Rusia itu sebagai pernyataan yang tentu tidak benar. Amerika Serikat disebutkan, tetap dalam pilihan untuk melakukan perang kepada ISIS.
“Kami tetap bertekad untuk membunuhi ISIS dan mencegah mereka mendapatkan tempat berlindung yang aman ataupun kemampuan untuk melakukan serangan di kawasan maupun secara global,” kata Manning. (Ant)