Retribusi Pertanian, Kelautan dan Kehutanan NTB Digenjot

MATARAM – Selain sektor pertambangan, tiga sektor lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) harus terus berupaya digenjot dan dimaksimalkan pengelolaannya, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB.

“Sektor pertanian, kelautan perikanan dan kehutanan, dari sisi potensi sangat menjanjikan, tapi pengelolaannya belum maksimal dilakukan, karena dinas terkait bisa menggenjotnya supaya bisa berkontribusi besar bagi PAD NTB,” kata Sekretaris Daerah NTB, Rosiady Sayuti di Mataram, Selasa (31/10/2017).

Dikatakan, sektor pertanian termasuk paling potensial dan menjanjikan dari segi potensi dimiliki, makanya kalau mereka mau investasi, disiapkan dana untuk menggenjot retribusi.

Kepada Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB diharapkan juga bisa ikut meningkatkan retribusi melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui berbagai terobosan, salah satunya dengan menerapkan pembayaran PKB secara online, selain untuk memudahkan meningkatkan masyarakat melakukan pembayaran PKB.

“Pembayaran PKB kan salah satu program menggenjot retribusi termasuk menjalin kerjasama dengan Pemda Kabupaten/Kota melakukan jemput bola kendaraan bermotor yang belum membayar pajak sampai ke desa,” katanya.

Itulah sebabnya kenapa Bappenda sekarang ini bisa menaikkan pajak, yang biasanya setiap tahun hanya 20 sampai 30 miliar, sekarang bisa mencapai 50 sampai 70 miliar.

Lebih lanjut ia mengatakan, khusus untuk perusahaan daerah sampai saat ini belum bisa berharap banyak, yang diharapkan dengan keuntungan yang diperoleh bisa meningkatkan kinerja dulu. “Syukur tidak meminta tambahan modal,” imbuhnya.

Sebelumnya sebagai upaya meningkatkan retribusi PKB serta meningkatkan kesadaran dan memudahkan masyarakat membayar pajak tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat, Bappenda NTB melaunching program e-Samsat atau pembayaran pajak secara online.

“Harus diakui kesadaran sebagian masyarakat membayar pajak, termasuk melakukan balik nama bagi masyarakat yang memiliki kendaraan roda dua maupun empat masih rendah. Karena program e-Samsat, selain bisa memberikan kemudahan juga diharapkan semakin meningkatkan kesadaran membayar PKB,” kata Kepala Bappenda NTB, Iswandi.

Mengingat, selama ini sebagian masyarakat enggan membayar PKB, karena tidak tahan dengan antrian di kantor Samsat yang terlalu panjang. Sebab pembayaran masih dilakukan secara manual sehingga dengan e-Samsat akan bisa memberikan kemudahan dan kenyamanan, karena pembayaran cukup dilakukan melalui bank.

Untuk sementara, bank yang digandeng adalah bank NTB, sementara bank lain akan segera menyusul untuk dilakukan kerja sama pembayaran PKB secara online.

Lihat juga...