Puluhan Dokter Hewan Dilibatkan Program SIWAB di Bantul

YOGYAKARTA – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, melibatkan puluhan dokter hewan dan petugas inseminasi buatan untuk menjalankan program percepatan populasi sapi melalui ‘Sapi Indukan Wajib Bunting’ (SIWAB).

“Saat ini di Bantul terdapat sekitar 32 dokter hewan, 35 inseminator (petugas inseminasi buatan) dan beberapa tenaga medis kesehatan hewan,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Haryadi di Bantul, Minggu (1/10/2017).

Menurut dia, dalam rangka meningkatkan populasi sapi sebagai upaya mendukung program nasional, yaitu program swasembada daging di Bantul, pemerintah daerah melalui instansinya pada 2017 menggulirkan program sapi indukan wajib bunting (SIWAB).

Ia mengatakan, di Bantul terdapat sekitar 52.000 ekor sapi, dari jumlah tersebut ada sapi betina sekitar 20 ribu sampai 21 ribu ekor, namun yang disasar dalam program SIWAB di Bantul yang didanai pemerintah pusat tersebut sekitar 18 ribu sapi betina.

“Dokter hewan dan petugas inseminasi buatan serta paramedis di 10 Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) itu dalam menjalankan program SIWAB melayani sekitar 250 kelompok ternak se-17 kecamatan, sehingga satu Poskeswan melayani peternak dari dua kecamatan,” katanya.

Pulung mengatakan, melalui program tersebut berarti tidak boleh ada penyembelihan sapi betina, karena ribuan sapi betina harus bunting, apalagi ada aturan yang melarang pemotongan ternak yang masih produktif atau potensi berkembang biak.

“Jadi, di Bantul diterapkan sapi betina tidak boleh disembelih dan wajib bunting. Maka itu, kami targetkan untuk tahun ini sebanyak 18 ribu sapi betina yang diinseminasi bisa bunting agar populasi sapi di Bantul semakin bertambah,” katanya.

Menurut dia, program dalam mendukung ketersedian daging di daerah juga harus ditingkatkan setiap tahunnya, karena kebutuhan daging dari waktu ke waktu semakin meningkat jumlahnya, selain itu ketersediaan daging sehat dan aman juga harus diupayakan.

Ia mengatakan, dalam menyediakan daging sehat di Bantul ada rumah pemotongan hewan (RPH) resmi yang terdapat di wilayah Kecamatan Pleret dan Imogiri, sehingga ternak yang disembelih bisa dipertanggungjawabkan kesehatannya dengan bukti pada dagingnya dicap sehat. (Ant)

Lihat juga...