PSDMBP Bangun Gorong-gorong Atasi Munculnya Uap Panas di Pasaman

PADANG — Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Kementerian ESDM menyebutkan, keluarnya asap panas bumi di Hutan Cagar Alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) akibat hilangnya pipa gabungan Galvanis dan PVC, yang difungsikan untuk mengalirkan air panas dengan temperatur kurang lebih 70 derajat celcius.

“Jadi tim kita telah mengecek langsung ke lapangan untuk mengetahui penyebab keluarnya asap uap panas dari perut bumi di Rimbo Panti. Ternyata pipa yang telah kita pasangkan usai dilakukan pengeboran itu, telah hilang, sehingga membuat air keluar tidak pada pipa tersebut,” ucap Kepala PSDMBP Ir. Hedi Hidayat melalui pesan singkat, Rabu (4/10/2017).

Hedi juga mengatakan, asap atau uap panas yang keluar tidaklah beracun. Karena, kandungan air panas tersebut sama dengan mata air panas yang ada di Rimbo Panti.

Menurutnya, saat ini hal yang dilakukan PSDMBP yakni telah memesan gorong-gorong agar aliran kembali membaik. Diperkirakan, selesai dalam dua minggu dan akan langsung dipasang di lokasi tersebut.

“Dari hasil pengeboran yang dilakukan yakni sampai dengan kedalaman 534,10 meter. Tentunya, dengan upaya ini tidak muncul lagi uap panas tersebut,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pengeboran dilaksanakan mulai April hingga Agustus 2017. Tim pengeboran PSDMBP sudah mendapatkan izin dari BKSDA Provinsi dan sudah melakukan pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

Selama kegiatan pengeboran landaian suhu Panti, Tim selalu didampingi oleh pegawai dari BKSDA Provinsi Sumatera Barat.

Tidak hanya, PSDMBP juga telah menerima surat dari BKSDA Provinsi Sumatera Barat dengan nomor S.898/K.9/TU/KSA/8/2017 tanggal 28 Agustus 2017 tentang adanya dampak air panas yang keluar pasca pengeboran.

Jadi, untuk menindaklanjuti surat tesebut, pada tanggal 17-20 September 2017 tim PSDMBP bersama pegawai BKSDA Sumatera Barat melakukan peninjauan ke lokasi untuk merencanakan penanganan.

 

Lihat juga...