Petani Jagung Keluhkan Harga Murah Justru Saat Panen

PONOROGO — Memasuki musim panen jagung, beberapa petani jagung di Ponorogo mengaku kesal. Bagaimana tidak, harga jual jagung kering hanya berkisar Rp 3400 per kilogram dengan harga tersebut bisa dipastikan petani merugi.

Seperti yang dialami oleh Sujarwo (60 tahun) warga Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo ini. Ia mengaku seharusnya harga jual jagung kering bisa capai Rp4000 per kilogram seperti pada Agustus kemarin.

“Kalau harga Rp 3400 per kilogram tidak balik modal,” jelasnya saat ditemui Cendana News, Senin (23/10/2017).

Menurutnya, selama proses penanaman jagung ia kesulitan air. Akhirnya setiap dua kali dalam seminggu ia harus mengeluarkan biaya untuk menyewa diesel air guna mengairi sawahnya.

“Belum lagi membayar buruh saat panen jagung, tahun ini rugi,” cakapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sri Widodo (57 tahun) warga Desa Kunti Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo. Permintaan pembeli yang mengharuskan jagungnya benar-benar kering membuatnya kesal.

“Harus kering jagungnya, baru laku. Padahal jemur jagung juga harus memperkerjakan orang,” ujarnya.

Selain itu jagung yang benar-benar kering mengurangi bobot jagung. Mendekati panen raya jagung memang bisa dipastikan harga jagung turun drastis. “Tengkulak mintanya kering, jadi jemur jagung biasanya bisa 2-3 hari,” pungkasnya.

Jagung yang dijemur Sri Widodo di halamannya/Foto : Charolin Pebrianti.
Lihat juga...