Perkembangan Pariwisata di Sumbar Berdampak bagi Produk UMKM
PADANG – Seiring berkembangnya pariwisata di Sumatera Barat (Sumbar) turut membuat produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Zirma Yusri mengatakan saat ini cukup banyak masyarakat yang membuat produk-produk usaha yang memiliki ciri khas dari daerahnya masing-masing, seperti dari kerajinan, kuliner, dan oleh-oleh.
“Jadi banyak masyarakat yang berkunjung ke Sumbar. Itu pasti mereka tidak hanya mencari destinasi wisata. Namun, akan memburu produk asli daerah dimana lokasi yang didatangi oleh wisatawan itu,” ucapnya, Kamis (5/10/2017).
Ia menyebutkan, hampir di setiap daerah di Sumbar memiliki oleh-oleh khas, seperti halnya di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payumbuh yang tekenal dengan galamainya. Lalu di Kota Padang, ada kerupuk balado, dan untuk kerajinan ada di Kota Sawahlunto yakni songket dan tenun. Begitu di daerah Kabupaten Pesisir Selatan, di sana juga bisa diperoleh batik tanah liek serta randang lokannya.
“Jadi ketika wisatawan ke Sumbar itu dapat dipastikan mencari oleh-oleh. Baik itu oleh-oleh berupa kuliner ataupun karajinan,” katanya.
Zirma juga mengatakan, agar wisatawan yang datang ke Sumbar memiliki rasa yang puas untuk mendapatkan oleh-oleh itu, pelaku UMKM perlu mempersiapkan diri agar produknya benar-benar terjamin. Tentu, pelaku UMKM diminta untuk terus meningkatkan kualitas usaha yang dijalaninya.

Menurutnya, peluang pemasaran produk UMKM di Sumbar terbuka lebar terutama untuk pemasaran produk berbasis IT dengan memanfaatkan lapak-lapak aplikasi online. “Jadi saat ini UMKM di Sumbar juga telah menyasar media online bahkan pelaku UMKM telah mamasarkan produknya melalui media sosial yang mereka miliki,” katanya.
Tidak hanya online, peluang juga terbuka bagi pelaku usaha tradisional. Pasalnya dengan perkembangan pariwisata menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka yang belum bisa transaksi online.
Selain itu, Ketua TP PKK Sumbar Nevi Irwan Prayitno juga mengatakan, tidak hanya pemerintah yang berupaya mendongkrak wisata dan UMKM. Namun, TP PKK Sumbar juga turut serta dengan melakukan program pendidikan kecakapan wirausaha sehingga masyarakat yang belum memiliki keahlian dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Terutama menghasilkan produk yang dapat dipasarkan.
“Ini merupakan program tahunan TP-PKK Sumbar untuk mendorong masyarakat memiliki keahlian, sehingga menghasilkan sesuatu yang dapat dijual untuk dipasarkan, apalagi perkembangan wisata dan UMKM di Sumbar terus mengalami peningkatan,” ujarnya.
Dikatakannya, sejak 31 Juli hingga 28 Sepetember lalu, 30 peserta telah dibagi menjadi enam kelompok wirausaha. Dimana, mereka dilatih untuk membuat sebuah produk. “Jadi dari program itu, mereka telah berhasil membuat baju, diantaranya baju kurung, kemeja anak, celana, dan blues wanita. Dan, salah satu hasilnya pakaian seragam yang dipakai hari ini lengkap dengan sulam bayangnya,” ungkapnya.
Tak hanya baju dan seragam, kata Nevi, akan tetapi juga diajarkan dalam membuat kue. Sehingga, keterampilan yang dihasilkan lebih bervariasi. Dan, tidak hanya satu produk saja. “Untuk itu, adanya pelatihan ini dapat membuka peluang masyarakat dalam berwirausaha. Sehingga, mereka mendapatkan penghasilan sendiri,” tutupnya.