DPRD Sikka Sesalkan Pembelokan Anggaran Rp4 Miliar
MAUMERE — Wakil ketua DPRD Kabupaten Sikka menyesalkan pembelokan dana alokasi khusus (DAK) yang masuk ke dalam APBD sebesar 4 miliar rupiah yang semestinya untuk pembangunan pustaka malah menjadi proyek pengadaan buku bagi anak-anak sekolah.
“Awalnya diusulkan pembangunan ruang perpustakaan dan sudah dianggarkan sebesar 4 miliar rupiah namun entah kenapa berubah menjadi sekitar 700 juta rupiah saja,” ujar Stefanus Say usai apel peringatan HUT TNI ke 72 di lapangan Kota Baru Maumere Kamis (5/10/2017).
Padahal, sebutnya, pembangunan gedung perpustakaan yang didahulukan, sebab sebagian besar sekolah di kabupaten Sikka masih belum memiliki. Banyak bantuan buku oleh pemerintah terkesan mubazir.

Menurut Stef, permasalahan ini menjadi polemik dan sudah disampaikan dalam rapat Badan Anggaran DPRD Sikka. Namun dikatakan bahwa dana 4 miliar rupiah tersebut merupakan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat yang diperuntukan bagi pengadaan buku sehingga tidak bisa diganti.
“Tapi dari awalnya kan dianggarkan untuk pembangunan ruang perpustakaan atau gedung perpustakaan sebab dewan melihat kebutuhan pembangunan lebih penting karena banyak buku yang sudah dibagi tahun sebelumnya tidak dipergunakan,” ungkapnya.
Stef mempertanyakan kenapa usulan awal DPRD Sikka agar dana tersebut dipergunakan untuk perbaikan atau pembangunan gedung perpustakaan terlebih dahulu baru setelah itu diusulkan pengadaan buku-buku yang sudah disetujui pemerintah bisa berubah.
Sementara itu kepala dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Sikka Simon Subsidi, SSos kepada media mengatakan, memang benar dana tersebut dianggarkan sebesar 4 miliar untuk pengadaan buku oleh pemrintah pusat.
Proses pengadaan buku tersebut pun tambah Simon sudah lelang proyek dan sudah ada pemenangnya dan saat ini pihak pemenang lelang sedang melaksanakan proses pengadaan buku-buku sesuai dengan judul dan jumlah yang ditetapkan dalam kontrak kerja.
“Kami tidak mungkin merubah peruntukan anggaran sebab sudah ditentukan oleh pemerintah pusat sehingga pembangunan gedung perpustakaan tetap saja dianggarkan sebesar 700 juta rupiah dari Dana Alokasi Umum (DAU),” jelasnya.