Pembangunan Jalan Provinsi, Akses ke Perkampungan Warga
LAMPUNG – Proyek pembangunan jalan provinsi ruas Kecamatan Penengahan mulai dikerjakan di beberapa titik dengan proses pembangunan saluran drainase dan jalan sistem rigid pavement atau cor beton di wilayah Desa Karangsari dan Desa Sripendowo Kecamatan Ketapang.
Meski pembangunan tersebut sangat vital bagi masyarakat dan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung namun sejumlah masyarakat menyayangkan pembangunan justru dilakukan pada ruas jalan yang jauh dari perkampungan warga.
Agung (40), salah satu warga Dusun Siring Dalem Desa Sripendowo menyebut saat ini proses pembangunan sudah dilakukan selama dua tahap pada tahun 2016 di Desa Sripendowo sepanjang ratusan meter di dekat pasar tradisional Sri Pendowo telah selesai dikerjakan sekitar bulan Oktober tahun lalu.

“Saya hanya heran kenapa yang didahulukan justru di titik jalan yang berada di perkebunan, sementara di perkampungan warga masih menunggu tahun berikutnya sehingga kami harus menunggu selama dua tahun dengan kondisi jalan berlubang saat hujan dan berdebu saat kemarau,” terang
Agung warga Desa Siring Dalem Desa Sri Pendowo Kecamatan Ketapang saat ditemui Cendana News di jalan provinsi ruas Tetaan Penengahan hingga Kecamatan Ketapang dengan kondisi jalan penuh lubang, Selasa (31/10/2017), menyatakan, perbaikan sistem tambal sulam berimbas buka tutup jalan akibat proyek pembangunan drainase dan jalan rigid beton. Hal itu diakui Agung menjadi salah satu solusi kelancaran distribusi barang hasil pertanian milik masyarakat berupa jagung, karet, dan kelapa sawit. Konstruksi jalan provinsi yang lama dengan sistem aspal bahkan sebagian besar telah mengelupas, berlubang sehingga dilakukan perbaikan pada beberapa titik dengan sistem rigid beton.
Kepada pihak pemerintah kecamatan Agung mengaku telah mengusulkan perbaikan jalan provinsi tersebut meski realisasi pembangunan dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran yang dikucurkan bahkan pada titik jalan yang ada di wilayah Siring Dalem warga dijanjikan pengerjaan akan dilakukan pada tahun 2018.
Sementara itu Andi, salah satu pekerja proyek pembangunan jalan rigid sepanjang 350 meter di Desa Karangsari menyebut pembangunan sudah dimulai sejak bulan Agustus dan diprediksi akan selesai pada akhir November untuk pembuatan jalan termasuk meratakan bagian bahu jalan yang terkoneksi dengan saluran drainase.
Proses pembangunan jalan provinsi tersebut diakui Andi dikerjakan dengan bertahap sehingga masyarakat tetap bisa melintasi sebagian sisi jalan dengan sistem buka tutup sehingga tidak sepenuhnya mengganggu lalu lintas pengendara yang akan bepergian lintas kecamatan dan menuju ke Kabupaten Lampung Timur melalui jalan tersebut.
“Sebetulnya proyek bisa selesai bulan ini namun ada kendala teknis dalam penyediaan material sehingga agak terhambat namun prediksi bisa selesai bulan November dan di desa Sri Pendowo justru sudah bisa dilintasi,” terang Andi.
Terkait belum seluruhnya akses jalan di wilayah tersebut diperbaiki Andi menyebut wewenang untuk hal tersebut ada pada pihak pelaksana proyek yang diakuinya ada di Bandarlampung dan sesekali memantau proses pembangunan jalan provinsi tersebut.
Bahrun, pemilik kebun jagung di Desa Kemukus Kecamatan Ketapang mengaku sudah menunggu belasan tahun agar jalan di wilayah tersebut mulus sehingga aktivitas warga menjadi lancar. Kondisi jalan yang sebelumnya rusak parah pada beberapa titik diakuinya selain berpotensi merusak kendaraan akibat jalan berlubang juga menjadi pemicu terjadinya aksi kriminalitas berupa perampasan dan pembegalan kendaraan di bagian jalan yang rusak.
“Harapan kami dengan kondisi jalan yang mulus juga diimbangi adanya pos keamanan polisi di jalur ini karena ada lahan milik Polsek Penengahan yang direncanakan akan dibangun pos keamanan,” terang Bahrun.
Sepanjang proses perbaikan pada bulan Agustus hingga September pengendara memilih menggunakan jalur lain melalui jalan Trans Cilacap menuju ke Trans Banyuwangi dan terhubung ke Simpang Lima Ketapang sebelum proses rigid beton selesai dikerjakan. Meski semenjak Oktober sebagian besar akses jalan sudah bisa dilalui masyarakat dan di beberapa titik masih rusak.
