KUPANG – Walikota Kupang, Jefrison Riwu Kore, telah menginstruksikan 51 lurah mengantisipasi banjir menjelang musim hujan dengan melakukan bakti sosial bersama warga membersihkan seluruh drainase di lokasi rawan banjir.
“Saya sudah instruksikan semua lurah di Kota Kupang untuk melakukan antisipasi banjir menjelang puncak musim hujan. Instruksi ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama lurah dan camat se-kota Kupang beberapa waktu lalu,” kata Jefrison Riwu Kore, di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (15/10/2017).
Ia menegaskan, para lurah secara dini perlu mengingatkan warga agar mulai membersihkan drainase yang ada khusus di lokasi yang menjadi “langganan” genangan banjir sehingga tidak terjadi bencana banjir menimpa warga ketika masuk puncak musim hujan.
“Kita harapkan para lurah mulai memotivasi warga untuk membersihkan drainase yang ada sehingga tidak ada saluran air yang tersumbat karena tumpukan sampah sehingga menimbulkan banjir di kota ini,” kata Jefri.
Dikatakannya, Pemerintah Kota Kupang akan terus berupaya melakukan normalisasi saluran air dalam Kota Kupang sehingga daerah ini bisa bebas dari genangan air banjir seperti yang terjadi selama ini.
Jefri yang juga ketua DPD I Partai Demokrat NTT mendorong masyarakat Kota Kupang tidak membuang sampah dalam drainase karena dapat menyebabkan terjadinya genangan banjir saat puncak musim hujan akibat tersumbatnya saluran air yang telah dipenuhi sampah.
“Sampah harus dibuang di tempat pembuangan sampah yang telah disiapkan pemerintah. Jangan membuang sampah sembarangan tempat sehingga Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT menjadi kota bersih, sehat dan nyaman bagi semua warga Kota Kupang,” kata Jefri. (Ant)