Nelayan Makassar Inginkan Bantuan Kapal Besar

MAKASSAR – Masyarakat yang bermukim di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea hampir sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan kecil yang menangkap rajungan atau kepiting.

Di Kelurahan Bira tersebut terdapat dua KUB (Kelompok Usaha Bersama) rajungan yang di naungi oleh DKP3 (Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian, dan Peternakan). Para nelayan kecil ini masih menggunakan kapal kecil (katinting) dalam mencari kepiting. Meski di Kelurahan Bira terdapat KUB, akan tetapi tetap saja dalam mencari hasil tangkapan dilakukan sendiri-sendiri. Hal ini dikarenakan kapasitas kapal yang hanya berukuran kecil.

Menurut Edi, bendahara KUB Rajungan 02, nelayan di tempatnya ingin memiliki kapal yang besar. Sehingga nelayan bisa mendapat hasil tangkapan yang lebih banyak lagi dan maksimal.

“Walaupun dibentuk KUB akan tetapi tetap saja para nelayan masih mencari hasil tangkapan sendiri-sendiri. Sehingga terkadang ada yang hanya mendapatkan sedikit hasil tangkapan,” ungkapnya pada Cendana News, Senin (30/10/2017).

Menurut Edi (35), pemerintah sangat memperhatikan nelayan-nelayan kecil yang ada di Kelurahan Bira. Setidaknya semenjak 5 tahun KUB berdiri, sudah beberapa kali mendapat bantuan. Seperti yang baru-baru saja di terima beberapa waktu lalu berupa mesin conventer.

Walaupun pemerintah telah memberi perhatian untuk para nelayan di Kelurahan Bira, namun para nelayan masih merasakan kekurangan misalnya dalam meningkatkan kesejahteraan selain para nelayan menginginkan kapal yang besar, bantuan yang diberikan pun sering tersendat-tersendat.

Edi yang sudah lama menjadi nelayan tangkap menambahkan, perhatian pemerintah sudah lumayan, cukup bagus, namun masih ada yang kurang.

“Saya berharap pemerintah atau dinas terkait bisa memberi kapal yang agak besar sehingga untuk wilayah jangkauan kapal bisa agak jauh sehingga bisa mendapat hasil tangkapan yang lumayan. Sedangkan untuk bantuan pemerintah terkadang ada dan tidak ada,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Rahman Bando, menjelaskan, dirinya telah melakukan upaya dalam meningkatkan kesejahteraan para nelayan yang ada di Kota Makassar. Jika mendapat peluang pihaknya juga akan selalu membantu permasalahan yang dihadapi para nelayan.

Namun, jumlah nelayan di Kota Makassar total 11.475, tidak bisa seluruhnya di-cover. Ini karena anggaran APBD kota, APBD provinsi, dan juga APBN tidak mencukupi untuk itu.

Menurut Rahman Bando, pihaknya telah berusaha agar membantu para nelayan agar merasa tercukupi.

“Namun, mustahil untuk meng-cover jumlah nelayan keselurahan yang ada di Kota Makassar dari anggaran APBD dan APBN,” pungkasnya.

Lihat juga...