Nelayan Babel Tidak Melaut Karena Cuaca Buruk

KOBA – Sebagian nelayan di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak melaut. Cuaca yang buruk menjadi penyebab para nelayan memilih meliburkan diri tidak melaut.

Nelayan khawatir terjadi musibah mengingat kondisi cuaca buruk melanda laut Bangka dalam beberapa hari terakhir. “Sudah beberapa hari ini saya tidak melaut karena cuaca hujan disertai angin kencang, daripada dapat musibah lebih baik saya urungkan dulu mencari ikan ke laut,” ujar seorang nelayan di Kurau yang bernama Man, Minggu (8/1/2017).

Tidak hanya dirinya tetapi sejumlah nelayan lainnya juga tidak melaut terutama yang memiliki perahu kecil di bawah 10 GT. Para nelayan tersebut tidak memiliki daya jelajah jauh dan rawan dihantam badai.

“Rata-rata nelayan kurau adalah nelayan tradisional dengan kondisi alat tangkap serba terbatas, kalau cuaca sudah ekstrem lebih baik menepi dan istirahat dulu melaut daripada dapat musibah,” katanya.

Nelayan lainnya Sumin menyebut, memilih menepi karena kondisi cuaca buruk karena dirinya hanya memiliki kapal berukuran kecil dengan alat keselamatan yang terbatas. Dalam kondisi cuaca buruk hanya kapal berukuran besar milik perusahaan yang berani menangkap ikan jauh ke tengah laut.

“Maka tidak heran kalau cuaca buruk akan mempengaruhi harga ikan di pasar, harganya pasti lebih tinggi dan itu rata-rata ikan yang diambil dari nelayan perusahaan. Ada juga yang memaksakan diri tetap melaut namun tidak jauh ke tengah, ada sebagian yang berlindung di pulau sambil menurunkan alat pancing saja,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...