MAUMERE – Gong Waning yang merupakan salah satu alat musik tradisional oleh KPUD Sikka yang selalu dipergunakan untuk mengiringi setiap jenis tarian, dipilih sebagi maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Sikka, pada 27 Juni 2018, mendatang.
Fery Soge, Humas KPUD Sikka, menjelaskan, Gong Waning dipilih karena dalam setiap perhelatan atau upacara Gong Waning selalu ditabuh bahkan untuk mengiringi tarian yang dipentaskan.
“Maskot yang diberi nama ‘Mo’at Waning’ ini merupakan karakter waning yang mengenakan sarung tradisional yang disebut lipa Mitan dan memegang paku di tangan kiri dengan selembar kertas bertuliskan tanggal pencoblosan,” ujarnya, Sabtu (14/10/2017).
Fery menjelaskan, tahapan Pilkada kabupaten Sikka akan dimulai dengan pembentukan PPK/PPS sepanjang 12 Oktober- 11 November 2017 yang dilanjutkan tanggal 25-29 November merupakan batas penyerahan daftar dukungan pasangan calon perseorangan yang disusul dengan pengelolaan daftar pemilih dari 30 Desember 2017 sampai dengan 27 Juni 2018.
“Pendaftaran pasangan calon yang diusung parpol dijadwalkan akan berlangsung sepanjang 8 sampai 10 Januari 2018 yang disusul dengan verifikasi syarat pasangan calon yang berlangsung dari 20 hingga 27 Januari 2018,” jelasnya.
Sementara itu, tambah Fery, penetapan pasangan calon akan dilakukan pada 12 Februari 2017, sementara kampanye akan berlangsung dari 15 Februari sampai dengan 23 Juni 2018 dan hari pemilihan akan terjadi pada 27 Juni 2018.
Terkait hal ini, Rafael Raga, ketua DPD II Partai Golkar kabupaten Sikka mengaku pihaknya akan menentukan langkah koalisi paling lambat awal bulan November 2017, di mana kemungkinan besar partainya akan berkoalisi dengan partai Nasdem.
“Kami dari Partai Golkar sudah siap menjalin koalisi dan mengikuti tahapan Pilkada sesuai jadwal yang ditetapkan KPUD Sikka, dan saya berharap agar KPUD Sikka juga bersikap sebagai wasit yang baik dengan berpegang teguh pada asas pemilu, jujur dan adil,” ungkapnya.