Melodi Manis Bius Penonton Ramayana TMII
JAKARTA – Lantunan lagu Bubuy Bulan dari alat musik angklung persembahan Komunitas Melodi Manis mengawali gelaran sendratari Ramayana episode Sinta Obong di panggung Candi Bentar Taman Mini Indonesia (TMII), Jakarta, Minggu (15/10/2017) malam.
Kepiawaan jari-jemari anggota komunitas tersebut mereka memainkan angklung memakau penonton yang hadir. Tak henti-henti tepuk tangan mengapresiasikan hiburan yang disajikan dalam balutan musik angklung dengan lagu-lagu daerah Indonesia.
Usai Bubuy Bulan, lagu kedua Gambang Suling khas Jawa Tengah, dilanjutkan dengan Getuk mengisi ruang suara panggung. Bahkan tembang dangdut Memandangmu dan Lirikan Matamu mampu menghanyutkan hati penonton yang tak segan untuk mengapresiasi penampilan Komunitas Melodi Manis yang merpakan warga Jepang binaan dari Anjungan Jawa Barat TMII dengan tepuk tangan yang bergemuruh.
Salah satu anggota Melodi Manis Yukiko mengaku senang bisa tampil menghibur penonton panggung Sinta Obong. Menurutnya, musik angklung telah mengusik hatinya hingga akhirnya dia ikut gabung dengan Melodi Manis.
“Suara angklung itu membuat hati saya nyaman, dan tertarik untuk mempelajari. Awalnya sulit, tapi kini saya sudah bisa mainan musik angklung, senang sekali,” kata Yukiko kepada CendanaNews ditemui usai tampil.
Yukiko mengaku baru setahun berlatih angklung di anjungan Jawa Barat TMII. Dia mengaku saat pulang ke Jepang, kerap memperkenalkan seni budaya angklung ini kepada teman-teman.
“Di Jepang, saya juga suka tampil bersama mantan komunitas Melodi Manis yang ada di sana. Pastinya saya ingin perkenalkan budaya angklung Indonesia ini,” ungkap Yukiko.
Anggota Melodi Manis lainnya Yoshiko menyebut, sudah dua tahun berlatih angklung di TMII. “Saya senang, saat memainkan musik angklung terasa hati saya Indonesia banget. Saya tertarik dan ingin turut melestarikan angklung ini,” tandasnya.

Pelatih Melodi Manis Budi Abdulrahman mengatakan, mereka sudah sering tampil tidak hanya di TMII, tapi juga di Bandung, dan acara lainnya. Di anjungan Jawa Barat TMII, para warga Jepang tersebut berlatih tanpa lelah. “Mau tampil atau tidak tampil, mereka rajin latihan tidak pernah absen. Jadi, saat akan tampil dadakan seperti malam ini saja, mereka sudah siap,” ungkap Budi.
Budi merasa bangga kesenian angklung Jawa Barat disenangi warga Jepang. Mereka mempelajarinya dengan rutin latihan setiap Selasa dan Jumat di Anjungan Jawa Barat TMII, dari pukul 09.00-11.30 WIB.
“Saat pulang ke Jepang, mereka juga suka tampil bermain angklung. Katanya ingin memperkenalkan pada warga Jepang bahwa musik angklung ini bagus,” ujar Budi.
Demikian juga Direktur Budaya TMII, Sulistio Tirtokusomo merasa bangga melihat warga Jepang yang tampil memakau memainkan musik angklung. “Angklung ini budaya bangsa yang harus terus dilestarikan.Saya bangga ya, warga Jepang yang tinggal di Indonesia begitu antusias belajar musik angklung ini hingga tampil maksimal, menghibur sekali,” kata Sulistio.
Sulistio berharap generasi muda tersentuh hatinya untuk turut serta melestarikan budaya bangsa, salah satunya angklung ini.