Lorong Garden Ubah Pola Hidup Masyarakat di Makassar
MAKASSAR — Sayur-sayuran berbagai jenis menghiasi lorong 226 Jalan Diponegoro Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo. Mulai dari lombok, tomat, terong, sawi, kangkung, selada, bayam dan juga cemangi.
Menurut Ketua RW 3, Makruf Ali Muddin, Lorong Garden (longar) merupakan program pemerintah kota Makassar yang dinilai sangat bermanfaat dalam mengubah pola pikir masyarakat. Bahkan program tersebut mampu mengubah lingkungan menjadi lebih asri.
“Bukan main dulu lorong-lorong di Makassar kumuh, setelah ada program Longar. lorong menjadi cantik, indah dan bersih,”sebutnya pada Cendana News di Makassar, Rabu (11/10/2017).
Dulu longar penghijauannya memakai tanaman hias biasa seperti bunga-bungaan dan tumbuhan lainnya. Namun setelah ada program pemerintah tentang ketahanan pangan, lorong ini kemudian mengganti tanamannya dengan tanaman sayur-sayuran dan rempah.
Selain itu juga partisipasi dari warga sangat baik turut serta menyukseskan program tersebut. Warga mau menyumbangkan waktu dan juga tenaga dalam membenahi lorong. Setidaknya ada 150 pohon lombok dan juga 200 bibit tanaman sayur lainnya yang dipelihara di lorong ini.
Selain tata tanaman yang rapi berjejer, kebersihan dari lorong ini patut untuk dipuji. Tidak terdapat sampah sejauh mata memandang.

Untuk memperhatikan kebersihan disiapkan sebuah Fukuda yang rutin setiap pagi dan malam menyisir lorong-lorong yang ada di kelurahan melayu. Tidak hanya mengandalkan Fukuda para warga di sini atas instruksi lurah setempat, Rahman Palaguna.
Rahman menambahkan setidaknya 8.000 warga yang menetap di kelurahan ini mau memperhatikan imbauannya.
“Saya sangat mengapresiasi karena para warga saya mau memperhatikan imbauannya dalam menjaga kebersihan daerahnya dan lingkunganya dan ini semua masuk dalam program MRT (Makassar Tidak Rantasa) yang harus diikuti,” tutupnya.