Kenalkan Bahaya Kanker, Pemprov Bali Gelar Lomba PKTP

GIANYAR – Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak ditakuti oleh manusia di seluruh dunia. Selain faktor genetik paling banyak penyebab kanker justru timbul dari eksternal tubuh manusia, salah satunya adalah pola hidup yang kurang baik menjadi penyebab utama.

Berdasarkan data WHO hanya 5-10% saja kanker disebabkan oleh faktor genetik/keturunan, selebihnya disebabkan oleh gaya hidup, pola makan, dan konsumsi minuman keras/alkohol atau merokok, kegemukan dan kurang olahraga.

Berdasarkan fakta tersebut pihak Pemerintah Provensi Bali menggelar Lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna bagi tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Provinsi Bali.

Penilaian Lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) Tingkat Provinsi kali ini dilaksanakan di SD Negeri 5 Sebatu selaku wakil dari Kabupaten Gianyar yang dipimpin oleh wakil ketua PKTP Provinsi Bali Cokorda Gede Dharmayuda.

Tim penilai disambut Wakil Bupati Gianyar Made “Agus” Mahayastra bersama Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra dan kepala sekolah SD Negeri 5 Sebatu beserta para siswa SD Negeri 5 Sebatu dan siswa SMP Negeri 2 Payangan, Kamis (12/10).

Ketua tim penilai Ny. Ayu Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Cokorda Gede Dharmayuda mengatakan, dengan adanya lomba PKTP ini bukan hanya sekedar kegiatan. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan supaya pemahaman akan bahaya kanker betul-betul dipahami pencegahan sejak dini serta menginfomasikan ke masyarakat pada umumnya sehingga timbul kesadaran diri untuk menjaga dan menerapkan pola hidup sehat.

“Permasalahan kanker berikutnya kebanyakan penderita kanker datang dalam keadaan terlambat. Keterlambatan disebabkan karena biaya pengobatan yang tinggi, pengertian dan kesadaran akan kanker masih kurang, informasi yang salah, serta adanya rasa takut untuk memeriksakan diri,” ucap Cokorda Gede Dharmayuda.

Dharmayuda menambahkan, keterlambatan juga disebabkan dari tenaga medis akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan serta tidak memiliki jejaring kerja yang memadai.

“Keterlambatan juga dapat disebabkan karena pertimbangan jarak dengan rumah akibat fasilitas pelayanan yang belum memenuhi standar, ” ujar pria berkacamata ini.

Sementara itu, Ketua Yayasan kanker Indonesia cabang Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, telah melakukan berbagai hal bersama PKK dengan dukungan dari Pemkab Gianyar, untuk mencegah kanker sejak dini meliputi koordinasi lintas sektoral secara lebih intensif karena penyebab kanker yang multi faktorial, orientasi guru sekolah, mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat, serta penyuluhan kanker anak sekolah.

“Pembentukan kelompok peduli kanker nantinya kami coba melalui kegiatan simulasi serta melakukan pelayanan deteksi dini dengan metoda IVA,” ucap Ny. Surya Adnyani Mahayastra.

Kepala sekolah SD Negeri 5 Sebatu Gianyar juga menambahkan bahwa ia selalu mengajarkan anak untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, melakukan penanaman toga, menjaga kesehatan lingkungan, membasmi jentik nyamuk, serta kegiatan gosok gigi bersama karena menjaga kesehatan harus dimulai dari pola hidup yang bersih dan sehat serta lingkungan yang bersih.

Wakil Bupati Gianyar Agus Mahayastra mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Gianyar telah meningkatkan anggaran vaksinisasi dari tiga miliar tahun 2015 menjadi enam miliar pada tahun 2017 sehingga diharapkan dapat mencegah meningkatnya penderita kanker di Kabupaten Gianyar. Bagi penderita kanker agar memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih memadai mengingat penyakit kanker jika semakin dini ditemukan kesembuhan yang diharapkan juga semakin tinggi.

Dirinya juga mengimbau kepada dinas kesehatan untuk memonitor dan mengevaluasi kegiatan PKTP sebaik-baiknya sehingga dapat dirasakan memberikan perlindungan khususnya bagi warga sekolah di Kabupaten Gianyar dari bahaya kanker.

Disamping itu, tidak lupa ucapan terima kasih dari Wakil Bupati Gianyar, Agus Mahayastra atas kesiapan SD Negeri 5 Sebatu dan SMP Negeri 2 Payangan dalam menyambut lomba PKTP. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim penilai.

“Disamping memberikan penilaian juga kami berharap sekaligus dapat memberikan pembinaan-pembinaan sehingga upaya penanggulangan kanker terpadu di Kabupaten Gianyar dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sekedar informasi, adapun kategori yang dinilai dalam perlombaan PKTP tahun ini meliputi: kegiatan administrasi dan organisasi, kegiatan penanggulangan kanker, penyuluhan, kebersihan lingkungan sekolah, simulasi serta hasil yang dicapai.

Sebelum tim penilai melakukan penilaian, SD Negeri 5 Sebatu mempersembahkan lagu mars dan hymne kanker.

Lihat juga...