Keluarga Korban Ledakan Terus Datangi RS. POLRI

JAKARTA — Kejadian ledakan dan kebakaran yang menimpa pabrik petasan atau kembang api milik PT. Panca Buana Cahaya, Kosambi, Kabupaten Tangerang, menyisakan trauma dan kesedihan bagi keluarga korban.

Satu per satu perwakilan keluarga korban sejak hari pertama pascaledakan dan kebakaran, langsung mendatangi sejumlah rumah sakit. Mereka datang membawa sejumlah data atau dokumen yang diperlukan untuk mempermudah proses pencocokkan atau identifikasi jenazah.

Seluruh korban ledakan dan kebakaran yang masih hidup, namun mengalami luka-luka hingga saat ini dirawat di rumah beberapa rumah sakit berbeda. Sedangkan seluruh korban yang dinyatakan telah meninggal dunia seluruhnya dibawa ke kamar mayat RS POLRI dr. Raden Said Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hingga hari ketiga, sejumlah perwakilan keluarga korban meninggal tampak terlihat masih terus berdatangan ke RS. POLRI Kramat Jati. Setidaknya, sudah ada 48 perwakilan keluarga korban yang melapor ke Posko Ante Mortem, Rumah Sakit POLRI dr. Raden Said Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Salah satu di antara sejumlah perwakilan keluarga korban yang datang ke posko Ante Mortem RS. POLRI adalah Muhammad Zen. Ia datang untuk mencari informasi terkait adik sepupunya yang bernama Aldi Framuji, laki-laki berusia 20 tahun.

Zen mengatakan kepada sejumlah wartawan, bahwa Aldi dipastikan telah meninggal dunia atau ikut menjadi korban ledakan dan kebakaran pabrik kembang api di Kosambi.

“Saya datang ke sini membawa sejumlah dokumen riwayat hidup, kartu keluarga, riwayat kesehatan, yaitu berupa hasil pemeriksaan paru-paru dan juga sejumlah barang-barang lainnya  yang pernah dipakai korban semasa hidupnya, misalnya seperti sikat gigi, mudah-mudahan jenazah Aldi segera dapat ditemukan dan diidentifikasi”, kata Zen, kepada wartawan di RS. POLRI, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/10/2017).

Zen berharap, kedatangannya ke posko Ante Mortem akan dapat membantu mempercepat proses identifikasi dan pencocokkan data DNA antara korban dengan keluarganya.

Zen mengaku pertama kali mendapatkan informasi terkait kematian Aldi dari sejumlah teman-temannya yang kebetulan bekerja di pabrik kembang api tersebut. Dirinya sama sekali tidak menyangka kalau adik sepupunya itu ternyata sudah satu bulan ini pindah tempat kerja di pabrik kembang api Kosambi, Kabupaten Tangerang. Menurut Zen, Aldi beberapa bulan lalu memang diketahui bekerja di sebuah pabrik kembang api, namun lokasinya kawasan Bunderan, bukan yang di Kosambi.

“Awalnya, saya didatangi teman-teman Aldi yang bekerja di pabrik kembang api Kosambi, mereka menceritakan, Aldi ternyata sudah satu bulan ini pindah kerja di pabrik tersebut dan dipastikan turut menjadi korban dalam peristiwa ledakan dan kebakaran itu, saya langsung mendatangi beberapa rumah sakit tempat merawat korban luka-luka yang selamat, namun tidak pasien bernama Aldi, bahkan sampai detik ini Aldi belum juga pulang ke rumah” pungkas Zen.

Sementara itu, saat dikonfirmasi di tempat terpisah, Komisaris Besar (Kombes) Pol. Edy Purnomo, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS. POLRI menyatakan, hingga saat ini Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes POLRI masih terus bekerja untuk mempercepat proses identifikasi seluruh jenazah korban ledakan dan kebakaran pabrik kembang api Kosambi.

Namun, Edy Purnomo mengaku, Tim DVI Mabes POLRI masih belum mengetahui atau belum bisa memastikan Aldi Framuji (20) ikut menjadi korban tewas dalam peristiwa naas tersebut. Edy Purnomo berjanji, pihak RS. POLRI akan segera menghubungi pihak keluarga bila nanti Tim DVI berhasil melakukan identifikasi terhadap jenazah yang bersangkutan.

Lihat juga...