Indonesia Rawan Bencana, Kebutuhan Informasi Meningkat

MATARAM – Hampir sebagian wilayah di Indonesia sangat rawan terjadinya bencana, baik bencana gempa bumi, tsunami, banjir termasuk tanah longsor apalagi di kawasan hutan yang selama ini kerap menjadi lokasi terjadinya bencana.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Potensi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat Muhammad Riyadi di acara workshop media-BMKG dan survei kepuasan layanan informasi gempa bumi serta peringatan dini tsunami 2017 di kantor Stasiun Geofisika BMKG Mataram, Senin (16/10/2017).

“Dengan kondisi sebagian wilayah Indonesia yang rawan bencana, kebutuhan data dan Informasi terkait gempa bumi dan tsunami akan terus mengalami peningkatkan di masa mendatang,” kata Riyadi.

Selain itu pemerintah Indonesia saat ini juga sedang menggencarkan pembangunan infrastuktur di hampir seluruh wilayah, karena itu pembangunan harus juga melihat kondisi informasi dari BMKG.

Ia menilai, setiap pembangunan infrastruktur wajib memperhitungkan aspek kebencanaan di lokasi setempat. Ini untuk meminimalisir korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Sebagai institusi yang menyediakan layanan data gempa bumi dan tsunami, BMKG memiliki tantangan yang cukup berat di masa mendatang. Lantaran tuntutan publik akan layanan data dan informasi terkait gempa bumi dan tsunami agar lebih cepat, akurat, dan mudah dipahami.

“Pelayanan data dan informasi yang prima akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap BMKG,”tegasnya.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Rianto mengatakan, data dan informasi terkait kebencanaan merupakan hal yang penting dalam mewujudkan pembangunan di NTB.

“NTB termasuk tinggi akan potensi gempa bumi dan tsunami, sedangkan di Bali sudah ada tiga kantor stasiun geofisika, maka didirikan juga di NTB,” katanya.

Ditambahkan, Kantor Stasiun Geofisika NTB sendiri baru berdiri pada 2016, di mana sebelumnya masih menginduk ke Bali. Kehadiran kantor Geofisika Mataram pada 2016 itu relokasi dari Bali karena Bali sudah memiliki tiga.

Lihat juga...