KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya berkomitmen mendukung penuh seluruh program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di provinsi berbasis kepulauan itu.
“Kami siap mendukung semua program dari BKKBN, kampung KB sebagai salah satu upaya menyejahterakan masyarakat NTT dengan meningkatkan kualitas manusia, melalui program KB bisa membangun keluarga yang berketahanan,” katanya saat bertemu dengan Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty di Kupang, Selasa (3/10).
BKKBN telah merumuskan kebijakan yang konkret yang tertuang dalam program prioritas BKKBN, di antaranya pengembangan dan intensifikasi Kampung KB, mengembangkan strategi perencanaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan pendekatan holistik, integratif, tematik, dan spasial.
Selain itu, pendayagunaan Petugas Lapangan KB/Petugas KB setelah pengalihan status ke pusat menjadi penyuluh KKBPK, pemenuhan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi dan integrasi pelayanan KB dalam sistem Jaminan Sosial Nasional.
Selain itu, melakukan Revolusi Mental dengan mengedepankan integrasi kegiatan bersama mitra dalam program KKBPK, berperan aktif dalam pembangunan SDM di Tanah Papua, serta melakukan kegiatan inisiatif “Pilihanku” di empat provinsi.
Lebih lanjut gubernur dua periode tersebut, mengharapkan program KKBPK yang menjadi program dari BKKBN itu bisa lebih difokus pada program-program yang berbasis kearifan lokal.
“Bentuk operasional program KKBPK bisa bersinergi dengan program-program pembangunan lainnya di NTT yang tentunya dengan berbasis pada kearifan lokal NTT,” kata Frans.
Kepala BKKBN Surya saat bertemu dengan Gubernur NTT menyampaikan beberapa program yang akan menjadi prioritas BKKBN.
“Saat ini BKKBN dalam upaya merevitalisasi program KKBPK tengah mengembangkan Kampung KB, kami mengharapkan dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT dengan meningkatkan sinergisitas dengan program-program lain, keluarga berencana ini adalah dalam upaya membangun kualitas manusia”, tutur Surya.
Ia mengharapkan Kampung KB yang sinergi dengan program lain diharapkan dapat mewujudkan keluarga berkualitas dan berupaya meningkatkan jumlah serta kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
“Dan tentunya juga untuk meningkatkan kesertaan ber-KB bagi penduduk miskin dan daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, dan meningkatkan ketahanan keluarga,” ungkap Surya (Ant).