JAKARTA – Festival Pantun Kampung Pela dan Gelar Seni Budaya yang sejatinya diadakan dua hari mulai Sabtu (28/10/2017), di sepanjang jalan Bangka Raya tepatnya dari perempatan jalan Bangka VIII hingga Bangka I, batal terlaksana. Pasalnya, pihak Event Organizer penyelenggara acara belum melengkapi surat-surat izin terkait penyelenggaraan acara tersebut.
Padahal, festival yang sedianya akan diisi dengan agenda acara lomba pantun memperebutkan piala Walikota Jakarta Selatan, juga menampilkan produk budaya betawi, bazaar multiproduk, demo 60 Kuliner Betawi, serta penampilan artis ibukota, ini sudah dinantikan oleh seluruh warga Bangka Kemang baik yang berpartisipasi di dalamnya maupun hanya sebatas menghadiri acara tersebut.

Sardi (75), sesepuh warga Bangka Kemang yang tinggal di dekat sekolah Budi Waluyo menceritakan, persiapan acara bisa dikatakan sudah cukup rapi, dan dirinya optimis akan berjalan dengan baik dan lancar.
Menurutnya, persiapan panitia dalam terselenggaranya acara ini terbilang serius dikarenakan spanduk pemberitahuan perihal akses penutupan jalan sudah tersebar di mana-mana, spanduk acara juga terpasang di mana-mana.
Namun, dirinya kaget ketika kemarin (Jumat, 27/10/17) sekitar pukul 15.00 WIB mendengar, bahwa acara batal terlaksana. Terlihat beberapa pedagang yang mengisi bazaar tampak kecewa.
“Informasi yang saya terima, batalnya acara yang pertama kalinya diadakan di Bangka ini disebabkan pihak panitia penyelenggara tidak lengkap dalam surat perizinan menyelenggarakan acara festival ini. Info terakhir yang saya dapat, panitia tidak dapat izin dari kantor Walikota Jakarta Selatan”, jelasnya Sabtu (28/10/2017).
Hal senada juga disampaikan Kasman (57), warga Bangka III. Dirinya mendengar kalau festival yang diadakan di sepanjang jalan Bangka ini gagal terlaksana, karena terbentur masalah perizinan. Gagalnya acara juga berdampak pada para pedagang (peserta bazaar) yang sudah menyiapkan barang dagangannya dari jauh-jauh hari.
“Saya melihat pedagang Kerak Telor sempat melemparkan 1 butir telur ke jalan tanda kekecewaan, uang sewa lapak pun mereka minta untuk dikembalikan. Dan, yang lebih terlihat dengan jelas kalau sepanjang jalan Bangka menjadi lengang kendaraan, karena banyak yang sudah mengetahui kalau jalan akan ditutup”, jelasnya.
Pantauan Cendana News di sepanjang jalan Bangka Raya tepatnya dari perempatan jalan Bangka VIII sampai Bangka I terlihat bekas pembatas untuk berjualan atau untuk bazaar. Di dalam gank pasar kecil Bangka yang merupakan lokasi untuk panggung sudah tidak ada bangunan panggung untuk acara.
Tidak terlihat panitia satupun di area tersebut, yang terlihat hanyalah aktivitas warga. Dan, sepanjang jalan Bangka Raya memang tidak ramai kendaraan yang lalu lalang, penyebabnya di beberapa titik vital jalan telah dipasang spanduk pemberitahuan penutupan jalan. Festival acara gagal terlaksana, namun spanduk belum ada yang melepas atau mencopotnya.
Cendana News telah menghubungi pihak Event Organizer, namun nomor telepon yang tertera tidak dapat dihubungi.