Fakta Sejarah yang Sebenarnya Ditulis Menggunakan Arsip Primer
JAKARTA—- Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif diminta perlu memahami fakta sejarah yang benar dan penulisannya menggunakan arsip primer atau utama. Sebab, penulis sejarah sekarang ini banyak memakai arsip sekunder.
“(UKP-PIP) yang kita harapkan dipimpin Yudi Latif, harus diingat langkah langkahnya, karena sejarah tentang otentik ini saya sudah meteliti selama 20 tahun lalu,” ujar Anggota Badan Pengkajian MPR RI, AB Kusuma di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin, (16/10/2017).
Saran ini, Kata Kusuma, disampaikan dalam rangka saling mengingatkan, sebab, bila ingin mencari kebenaran mestinya menunjukkan tulisan seseorang itu sesuai fakta yang harus diluruskan.
Sebagaimana diketahui, lanjut Kusuma, menurut teori tulisan sejarah harus didasarkan pada sumber sejarah yang otentik, terutama sumber primer. “Karena karya sejarah yang banyak memaknai sumber primer dinilai lebih tinggi daripada sumber sekunder,” Kata Dia.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Popong Otje Djundjunan atau Ceo Popong menyebut orang orang yang berada di lembaga Arsip Nasional adalah orang orang belum memahami betul makna penting arsip sejarah.
“Secara politis itu terjadi selama pemerintahan yang kemauan politik itu belum jelas mengenai kearsipan ini. Jangan mimpi bahwa kita akan berangkat dari fakta sejarah yang benar,” sebut Popong.
Faktanya, beber Popong, selama 72 tahun Indonesia merdeka pun belum ada pemikiran bahwa arsip itu sangat penting. Padahal arsip adalah sejarah, tanpa Arsip yang benar, tidak bisa melangkah dengan baik.
“Ini resep untuk generasi muda, supaya kita betul sebagai anak bangsa. Harus paham bahwa Anda adalah apa yang anda ucapkan dan katakan, itulah gunanya arsip dimanfaatkan, sehingga anak cucu kita lebih tahu sejarah yang sebenarnya” pungkas Popong.