Darmin Prediksi Pertumbuhan Perekonomian Indonesia Capai 5,4 Persen
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Republik Indonesia Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan perekonomian Indonesia sepanjang 2017 mampu mencapai angka 5,4 persen atau sedikit di atas perkiraan IMF (Internastional Monetary Fund) yaitu sebesar 5,2 persen.
“Saya prediksi perkembangan perekonomian Indonesia sepanjang 2017 diperkirakan masih bisa menyentuh angka 5,4 atau bahkan mungkin saja bisa sedikit lebih baik lagi daripada angka tersebut. Memang menurut prediksi World Bank atau Bank Dunia maupun IMF pertumbuhan perekonomian Indonesia hingga akhir 2017 hanya sebesar 5,2 persen saja,” kata Menkoperekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Senin (16/7/2017).
Dijelaskan, banyak faktor yang menyebabkan kondisi pertumbuhan perekonomian Indonesia cenderung membaik. Indikatornya adalah semakin banyaknya arus investasi atau modal asing yang masuk ke Indonesia. Kemudian faktor lainnya adalah dipicu membaiknya kinerja ekspor Indonesia ke luar negeri yang terus tumbuh pesat sesuai dengan harapan dan target yang telah ditetapkan Pemerintah.
Sementara itu hingga saat ini posisi perkembangan Inflasi bulanan Indonesia diperkirakan akan tetap stabil atau konstan yaitu dibawah 1 persen per bulan hingga Desember 2017. Walaupun pada bulan tersebut akan ada perayaan Hari Raya Natal sekaligus musim liburan Tahun Baru 2018, namun Pemerintah optimis bahwa Inflasi bulanan sepanjang Desember 2017 akan tetap berada dibawah angka 1 persen.
Namun Darmin Nasution juga mengingatkan meskipun perkembangan Inflasi di Indonesia sepanjang 2017 sangat baik dan terjaga, Pemerintah harus mampu mengendalikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) supaya lebih seimbang dan stabil.
“Potensi pendapatan negara yang bersumber dari berbagai sektor harus tetap dijaga dan dikendalikan supaya tetap seimbang dengan anggaran pengeluaran atau belanja Pemerintah,” sebutnya.
Darmin Nasution juga menjelaskan Pemerintah saat ini memang sedang giat-giatnya membangun dan sekaligus membiayai berbagai proyek infrastruktur, namun dirinya berpesan kepada Pemerintah agar tetap waspada dan hati-hati, terutama bagaimana mengantisipasi mengenai kesiapan atau ketersediaan anggaran yang telah ditentukan sebelumnya.
“Memang seharusnya mesti dihitung dengan cermat, misalnya berapa total pendapatannya dan berapa total pengeluarannya. Tujuannya agar pembiayaan berbagai proyek pembangunan infrastruktur tidak menguras APBN, sehingga target pertumbuhan perekonomian sepanjang 2017 akan mampu tumbuh sesuai harapan kita,” pungkas Darmin Nasution.