NEW YORK — Kurs dolar AS berakhir melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan sejumlah laporan data ekonomi.
Lapangan pekerjaan sektor swasta AS meningkat sebesar 135.000 pada September, jauh lebih rendah daripada angka Agustus di 228.000, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP yang dirilis pada Rabu (4/10).
Laporan ADP sering dilihat sebagai pratinjau untuk data penggajian nonpertanian (payroll nonfarm) AS yang diawasi ketat, yang akan keluar pada Jumat (6/10) waktu setempat.
Sementara itu, aktivitas ekonomi di sektor nonmanufaktur meningkat pada September untuk bulan ke-93 berturut-turut, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada Rabu (4/10).
Indeks nonmanufaktur ISM mencapai 59,8 persen pada September, mengalahkan ekspektasi pasar.
Para investor juga terus mengawasi Ketua Federal Reserve Janet Yellen, yang dijadwalkan akan menyampaikan sambutan pembukaan di Komunitas Perbankan dalam konferensi penelitian dan kebijakan abad ke-21 di St. Louis pada Rabu sore waktu setempat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,10 persen menjadi 93,471 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1763 dolar AS dari 1,1748 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3247 dolar AS dari 1,3244 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7860 dolar AS dari 0,7833 dolar AS.
Dolar AS dibeli 112,79 yen Jepang, lebih rendah dari 112,92 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9749 franc Swiss dari 0,9740 franc Swiss, dan dolar turun menjadi 1,2476 dolar Kanada dari 1,2492 dolar Kanada.
Di sisi lain kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena indeks dolar AS sedikit melemah.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik 2,2 dolar AS atau 0,17 persen menjadi ditutup di 1.276,80 dolar AS per ons.
Emas mengakhiri penurunannya selama tiga hari berturut-turut, menyusul pelemahan moderat indeks dolar AS.
Meskipun demikian pada Rabu (4/10), Institute of Supply Management (ISM) merilis serangkaian data September, semua menunjukkan kinerja ekonomi AS yang kuat.
Indeks jasa-jasa ISM telah naik ke level tertingginya sejak Agustus 2005, dengan indeks aktivitas bisnis non-manufaktur, indeks pesanan baru dan indeks ketenagakerjaan meningkat.
Tanda-tanda tersebut memicu ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini, yang membatasi reli emas berjangka.
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 2,6 sen atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 16,624 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari tahun depan turun 70 sen atau 0,08 persen, menjadi menetap di 914,80 dolar AS per ons (Ant).