Daya Saing Pasar Rakyat Terus Ditingkatkan

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat atau pasar tradisional yang dinilai memiliki fungsi strategis sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan kapasitas perdagangan nasional dan mewujudkan pembangunan ekonomi berkeadilan dan merata, salah satunya melalui pengembangan pasar rakyat secara komprehensif dan holistik.

“Pasar rakyat yang mempunyai fungsi strategis sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat dan memiliki kedekatan dengan aspek sosial dan budaya masyarakat setempat harus dikembangkan secara komprehensif dan holistik,” kata Enggartiasto, Selasa.

Enggartiasto menambahkan, pengembangan tersebut bertujuan agar pasar rakyat dapat meningkatkan daya saing terhadap pusat perbelanjaan maupun toko modern di tengah maraknya keberadaan toko modern. Menurutnya, pasar rakyat, perlu diperlakukan dan diperhatikan secara khusus dalam pengelolaan, pengembangan, serta pelestariannya.

“Pasar rakyat di Indonesia menjadi tempat melakukan interaksi sosial dari masyarakat setempat. Karakteristik inilah yang membuat pasar rakyat memiliki nilai yang unik. Untuk itu, perlu diberikan perlakuan khusus dalam pengelolaan, pengembangan, serta pelestariannya,” kata Enggartiasto.

Dalam upaya meningkatkan daya saing pasar rakyat tersebut, Kemendag tengah mengupayakan program kolaborasi antara warung atau pasar rakyat dengan toko modern, supaya pasar rakyat bisa memperoleh harga pembelian barang yang sama seperti yang didapatkan toko modern.

“Ini dimaksudkan agar warung atau pasar rakyat tidak kalah bersaing dengan toko modern,” ujar Enggartiasto.

Selain itu, Enggartiasto juga menginginkan adanya pembentukan unit khusus untuk mengelola retribusi pasar. Menurutnya, pengelolaan retribusi sebaiknya dilakukan oleh unit yang dibentuk secara khusus yang akan mempermudah penerimaan dan pengeluaran dana retribusi serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebelum masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD), dana dari retribusi dapat digunakan untuk memelihara dan merawat pasar. Sisanya, baru kemudian dimasukkan sebagai PAD,” tambah Enggartiasto.

Revitalisasi Pasar Rakyat merupakan program prioritas dan masuk dalam Nawacita. Presiden Joko Widodo mencanangkan pembangunan atau revitalisasi untuk 5.000 Pasar Rakyat selama periode 2015-2019. Program tersebut tidak hanya melibatkan Kemendag namun juga mengikutkan Kementerian/Lembaga Teknis lainnya.

Dalam pengelolaan pasar rakyat, Kemendag telah memiliki Standar Operational Prosedur (SOP) dalam pengelolaan pasar antara lain kebersihan, keamanan, parkir, petugas kamar kecil, petugas penerima, petugas kasir, petugas pemeliharaan, pemungut retribusi, penanganan kebakaran, dan pemantauan harga.

SOP Pengelolaan Pasar Rakyat ini nantinya dapat diterapkan pengelola pasar rakyat yang pasarnya dibangun berdasarkan prototipe yang ditetapkan Kemendag. (Ant)

Lihat juga...